Serangan Israel ke Lebanon, Iran Ancam Perang Lagi

Oleh Hidayat Taufik pada 09 Apr 2026, 19:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Israel melancarkan serangan militer ke Lebanon pada Rabu (8/4). Serangan ini menewaskan ratusan orang, Otoritas kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 182 korban meninggal. Selain itu, sekitar 900 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, ketegangan langsung meningkat setelah Iran merespons situasi tersebut. Iran menyatakan kemungkinan akan melanjutkan konflik,  Di sisi lain Amerika Serikat Israel dan Iran berselisih soal gencatan senjata. Mereka berbeda pandangan tentang apakah Lebanon termasuk dalam perjanjian.

Namun, pihak Amerika Serikat menilai usulan Iran tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Wakil Presiden AS juga menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan negosiasi.

Sebaliknya, Ketua Parlemen Iran mengecam sikap AS. Ia menilai beberapa tindakan telah melanggar dasar kesepakatan.

Ia juga menyebut pelanggaran terjadi di Lebanon. Selain itu, ia menyinggung dugaan pelanggaran wilayah udara Iran.

Kemudian, Korps Garda Revolusi Iran memberikan peringatan keras. Mereka menyatakan siap memberikan respons jika serangan terus berlanjut.

Sementara itu, Hizbullah mengaku telah meluncurkan roket ke Israel utara. Mereka menyebut serangan itu sebagai bentuk balasan.

Di tengah situasi ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan kekhawatiran. PBB menilai konflik ini bisa mengancam gencatan senjata yang lebih luas.

Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal PBB mendesak semua pihak menghentikan aksi militer. Ia juga meminta mereka kembali ke jalur diplomasi.