Jamkrindo

Pemerintah Genjot Stimulus untuk Jaga Pertumbuhan Kuartal III 2025

Oleh Farida Ratnawati pada 29 Aug 2025, 16:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa pemerintah optimistis terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini.

"(Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi kuartal III 2025), Ya kita sih optimis. Beberapa upaya sedang kita lakukan," ujarnya saat ditemui media, Kamis, 28 Agustus.

Ia menambahkan bahwa meskipun data dan angka-angka menunjukkan tren positif, terdapat banyak faktor eksternal yang masih perlu dicermati, seperti kondisi perekonomian global.

"Sekali lagi kan banyak faktor di luar kontrol kita kayak global, nggak gitu, itu kan kita masih nunggu-nunggu. Cuman kemarin misalkan The Fed sudah mulai menyampaikan akan menurunkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Susiwijono menegaskan Pemerintah tengah melakukan percepatan pelaksanaan program-program stimulus ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi karena kemarin sempat ada keterlambatan dalam implementasi.

"Paling tidak quarter ketiga sih kita tetap optimis. Hanya memang beberapa program yang kita stimulus ekonomi juga harus mulai jalan. Karena kemarin kan agak telat (penerapannya)," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah akan melanjutkan pemberian stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Airlangga menyampaikan stimulus yang akan diberikan seperti diskon tarif transportasi, tiket pesawat, kereta api, dan jalan tol.

"(Diskon) pesawat, jalan tol, paling banyak kereta api," tuturnya kepada awak media, Jumat, 25 Juli.

Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2025, pemerintah juga tengah membahas program diskon yang diharapkan dapat turut mendorong perekonomian nasional.

"Program nanti Natal Tahun Baru, itu yang diskon-diskon juga kemarin tadi kita bahas, kita berharap nanti bisa diumumkan lebih awal," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan, pemberian diskon tarif listrik tidak termasuk dalam stimulus yang akan diberikan pemerintah untuk semester II-2025.

Adapun rencananya pemberian paket stimulus ini akan diumumkan paling cepet pada September 2025 dan berlaku selama dua bulan, yaitu Desember 2025 hingga Januari 2026.

Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya telah menggulirkan berbagai stimulus ekonomi pada periode Juni hingga Juli 2025, bertepatan dengan liburan sekolah, untuk mendorong konsumsi domestik dan menjaga daya beli masyarakat.

Adapun paket stimulus ekonomi selama Juni hingga Juli 2025 dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp24,44 triliun.