JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi setelah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pemerintah juga membuka opsi bantuan sosial bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan rentan.
Pemerintah memilih mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tekanan biaya hidup tidak semakin besar. Selain itu, kebijakan ini ditujukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan transportasi dan distribusi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan pemerintah sedang menyusun skema dukungan bagi kelompok desil bawah. Saat ini, pemerintah masih mematangkan bentuk bantuan dan mekanisme penyalurannya.
Namun, arah kebijakan sudah mengarah pada rumah tangga yang paling terdampak kenaikan biaya hidup. Pemerintah menilai kelompok tersebut membutuhkan perlindungan lebih cepat.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan pendekatan berbeda untuk masyarakat kelas menengah. Pemerintah mendorong program yang dapat memperluas peluang ekonomi.
Salah satu program yang kembali diperkuat adalah magang nasional. Pemerintah menilai program tersebut dapat membantu meningkatkan daya tahan ekonomi kelompok produktif.
Di sisi lain, sejumlah pengamat melihat daya beli kelas menengah masih menghadapi tekanan. Pelemahan nilai tukar, kenaikan harga pangan, dan penyesuaian BBM ikut menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Selain itu, perubahan suku bunga dinilai dapat menekan konsumsi masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi belanja di sektor nonprimer.
Karena itu, muncul usulan agar dukungan pemerintah tidak hanya berbentuk bantuan langsung. Sejumlah pihak juga mendorong insentif pajak, dukungan transportasi publik, dan keringanan pembiayaan sektor produktif.
Meski begitu, pemerintah masih menyusun rincian kebijakan sebelum mengumumkan program secara resmi.