Pemulihan Berlanjut, BUMA International Group Catat Pertumbuhan EBITDA dan Penguatan Margin pada 1H2026

Oleh Rizki Meirino pada 01 Aug 2026, 10:16 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) membukukan pertumbuhan EBITDA pada Semester I 2026 meski menghadapi penurunan pendapatan akibat berakhirnya sejumlah kontrak tambang. Capaian tersebut didorong oleh peningkatan efisiensi operasional, pengelolaan biaya yang lebih disiplin, dan optimalisasi produktivitas armada.

Pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, pendapatan grup tercatat sebesar US$693 juta atau turun 5 persen secara tahunan. Meski demikian, EBITDA meningkat 8 persen menjadi US$69 juta dibandingkan US$64 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan menjelaskan bahwa kontrak di beberapa lokasi tambang di Indonesia dan Australia telah berakhir atau memasuki tahap pengurangan operasi. Di luar lokasi tersebut, bisnis inti justru mencatat pertumbuhan sekitar 9 persen untuk volume overburden removal dan 4 persen pada produksi batu bara.

Sepanjang kuartal kedua 2026, keandalan armada terus meningkat melalui perbaikan pemeliharaan dan utilisasi alat berat. Waktu henti peralatan menurun, sementara produktivitas meningkat sehingga volume pengupasan lapisan tanah penutup mencapai 97 juta BCM dan produksi batu bara naik menjadi 17 juta ton.

Perseroan juga berhasil menekan sejumlah komponen biaya operasional melalui efisiensi tenaga kerja dan strategi pemeliharaan yang lebih efektif. Di sisi lain, kenaikan harga bahan bakar masih menjadi tantangan karena mendorong peningkatan biaya operasional meski konsumsi bahan bakar per BCM berhasil ditekan.

Arus kas bebas menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang Semester I 2026. Free cash flow tercatat positif sebesar US$39 juta, meningkat dibandingkan US$5 juta pada periode yang sama tahun lalu berkat peningkatan EBITDA dan penurunan belanja modal.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan, “Peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan bahwa berbagai langkah yang telah kami jalankan selama setahun terakhir telah memberikan hasil.” Ia menambahkan perseroan akan melanjutkan disiplin biaya dan pengelolaan modal pada semester kedua.

Selain kinerja keuangan, BUMA International juga mencatat kemajuan pada aspek keberlanjutan dengan menurunkan intensitas emisi sebesar 4 persen dibanding kuartal sebelumnya. Perseroan turut memperluas program pendidikan vokasi melalui PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU) guna membuka peluang kerja bagi tenaga terampil Indonesia di Jepang.

PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) membukukan pertumbuhan EBITDA pada Semester I 2026 meski menghadapi penurunan pendapatan akibat berakhirnya sejumlah kontrak tambang. Capaian tersebut didorong oleh peningkatan efisiensi operasional, pengelolaan biaya yang lebih disiplin, dan optimalisasi produktivitas armada.

Pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, pendapatan grup tercatat sebesar US$693 juta atau turun 5 persen secara tahunan. Meski demikian, EBITDA meningkat 8 persen menjadi US$69 juta dibandingkan US$64 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan menjelaskan bahwa kontrak di beberapa lokasi tambang di Indonesia dan Australia telah berakhir atau memasuki tahap pengurangan operasi. Di luar lokasi tersebut, bisnis inti justru mencatat pertumbuhan sekitar 9 persen untuk volume overburden removal dan 4 persen pada produksi batu bara.

Sepanjang kuartal kedua 2026, keandalan armada terus meningkat melalui perbaikan pemeliharaan dan utilisasi alat berat. Waktu henti peralatan menurun, sementara produktivitas meningkat sehingga volume pengupasan lapisan tanah penutup mencapai 97 juta BCM dan produksi batu bara naik menjadi 17 juta ton.

Perseroan juga berhasil menekan sejumlah komponen biaya operasional melalui efisiensi tenaga kerja dan strategi pemeliharaan yang lebih efektif. Di sisi lain, kenaikan harga bahan bakar masih menjadi tantangan karena mendorong peningkatan biaya operasional meski konsumsi bahan bakar per BCM berhasil ditekan.

Arus kas bebas menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang Semester I 2026. Free cash flow tercatat positif sebesar US$39 juta, meningkat dibandingkan US$5 juta pada periode yang sama tahun lalu berkat peningkatan EBITDA dan penurunan belanja modal.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan, “Peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan bahwa berbagai langkah yang telah kami jalankan selama setahun terakhir telah memberikan hasil.” Ia menambahkan perseroan akan melanjutkan disiplin biaya dan pengelolaan modal pada semester kedua.

Selain kinerja keuangan, BUMA International juga mencatat kemajuan pada aspek keberlanjutan dengan menurunkan intensitas emisi sebesar 4 persen dibanding kuartal sebelumnya. Perseroan turut memperluas program pendidikan vokasi melalui PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU) guna membuka peluang kerja bagi tenaga terampil Indonesia di Jepang.