Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Ditunda akibat Situasi Keamanan Belum Kondusif

Oleh Hidayat Taufik pada 17 Mar 2026, 17:11 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Indonesia menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian TNI ke Gaza, Palestina. Penundaan ini dilakukan karena situasi keamanan di wilayah tersebut masih belum stabil, terutama akibat meningkatnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa seluruh rencana pemberangkatan pasukan untuk sementara dihentikan. Menurutnya, kondisi di lapangan masih berisiko sehingga pemerintah memilih menunggu perkembangan situasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut sekitar 8.000 prajurit TNI telah dipersiapkan untuk menjalankan misi perdamaian במסגרת International Stabilization Force (ISF).

Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal keberangkatan karena masih menunggu keputusan dari Board of Peace.

Ia juga menambahkan bahwa dinamika politik dan keamanan global, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut memengaruhi kebijakan tersebut. Karena itu, pemerintah Indonesia mengambil sikap hati-hati dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.

Di sisi lain, rencana pengiriman pasukan ini mendapat tanggapan kritis dari sejumlah pihak, termasuk Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Mereka berpendapat bahwa keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian seharusnya berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bukan melalui organisasi lain.