Perang Trump dan Masa Depan Iran, Perebutan Kekuasaan Jadi Penentu

Oleh Zahra Zahwa pada 30 Aug 2026, 15:58 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Perebutan pengaruh di Iran dapat menjadi faktor penting dalam menentukan kapan perang yang melibatkan Donald Trump berakhir.

Situasi tersebut mengingatkan Iran pada pengalaman panjang selama perang melawan Irak lebih dari empat dekade lalu. Saat itu, ribuan tentara muda Iran melancarkan serangan mendadak setelah berbulan-bulan menghadapi kemunduran.

Serangan tersebut kemudian mengubah arah konflik. Namun, kemenangan itu tidak langsung mendorong Iran menghentikan perang. Sebaliknya, pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, ingin melanjutkan perjuangan.

Khomeini berusaha menggulingkan Saddam Hussein, pemimpin Irak yang saat itu mendapat dukungan semakin besar dari Washington. Selain itu, Khomeini ingin menunjukkan kepada calon musuh bahwa perang melawan Iran akan membawa konsekuensi besar.

Keputusan tersebut kemudian mengubah perang Irak-Iran menjadi konflik berkepanjangan. Perang berlangsung selama enam tahun dan menewaskan ratusan ribu orang. Konflik itu menjadi salah satu perang paling berdarah dalam sejarah modern kawasan tersebut.

Lebih jauh, perang tersebut turut membentuk karakter negara Iran modern. Pengalaman itu juga memengaruhi cara para pemimpin Iran melihat ancaman dari luar. Kini, Iran kembali menghadapi pilihan serupa. Pemerintah harus menentukan apakah akan melanjutkan konflik atau mencari kesepakatan.

Di sisi lain, keputusan tersebut tidak hanya bergantung pada tekanan dari luar negeri. Persaingan kekuasaan di dalam Iran juga dapat menentukan arah kebijakan.

Karena itu, dinamika politik domestik Iran menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan konflik. Jika kelompok yang menginginkan perundingan menguat, Iran berpeluang mencari jalan menuju kesepakatan.

Namun, jika kelompok yang memilih perlawanan tetap dominan, konflik dapat berlangsung lebih lama. Dengan demikian, akhir perang Trump tidak hanya bergantung pada keputusan Washington. Perubahan keseimbangan kekuasaan di Teheran juga dapat menjadi penentu utama.