Pertamina Beberkan Alasan Harga Pertamax Cs Turun Mulai 1 Agustus 2026

Oleh Hidayat Taufik pada 01 Aug 2026, 17:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pertamina Patra Niaga mengungkap alasan di balik penurunan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Dalam penyesuaian terbaru, harga Pertamax (RON 92) turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo kini dijual Rp18.300 per liter dari sebelumnya Rp19.300 per liter, dan Pertamax Green 95 turun menjadi Rp16.600 per liter dari Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, harga Dexlite tetap berada di angka Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex masih dipatok Rp21.150 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurutnya, penetapan harga mempertimbangkan tren rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Selain itu, Pertamina juga memperhatikan daya beli masyarakat serta menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional.

"Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah," ujar Kitty.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga keandalan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus menyediakan energi berkualitas, menjaga keandalan pasokan, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia," katanya.

Berikut daftar harga BBM non-subsidi Pertamina yang berlaku mulai 1 Agustus 2026 di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta:

- Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter

- Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter

- Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter

- Dexlite: Rp19.700 per liter

- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter.