PM Qatar Kritik Serangan Gaza, Netanyahu Disebut Penjahat Perang

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 01 Oct 2026, 10:02 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "penjahat perang". Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan jurnalis Inggris Piers Morgan pada Selasa (29/9).

Dalam wawancara tersebut, Sheikh Mohammed mengatakan tindakan yang dilakukan di Gaza merupakan kejahatan perang. Ia menilai pihak yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.

Saat ditanya secara langsung apakah dirinya menganggap Netanyahu sebagai penjahat perang, Sheikh Mohammed menjawab tegas. Ia menyatakan label tersebut berlaku terhadap Netanyahu.

Sheikh Mohammed juga mengecam serangan 7 Oktober yang dilakukan Hamas. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai pembantaian dan menegaskan bahwa tindakan itu harus dikutuk serta pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.

Namun, menurut Sheikh Mohammed, serangan 7 Oktober tidak membenarkan tindakan Israel selanjutnya di Jalur Gaza. Ia juga menyinggung serangan terhadap fasilitas seperti rumah sakit dan sekolah dalam kritiknya terhadap operasi Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan Qatar dan Israel masih berada dalam ketegangan. Doha selama ini juga terlibat dalam upaya mediasi antara Israel dan Hamas untuk mendorong penyelesaian konflik di Gaza.

Sheikh Mohammed sebelumnya menuding Israel menghambat upaya mediasi Qatar dalam proses gencatan senjata. Qatar tetap menyatakan akan melanjutkan peran diplomatiknya meski situasi kawasan masih kompleks.

Dalam wawancara yang sama, Sheikh Mohammed juga membantah tuduhan bahwa bantuan Qatar untuk Gaza digunakan untuk mendukung sayap militer Hamas. Ia mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme yang menurut keterangannya dikoordinasikan dengan sejumlah pihak.

Sheikh Mohammed juga menanggapi tuduhan Netanyahu terhadap Qatar terkait hubungan Doha dengan Hamas. Pemerintah Qatar menolak tuduhan tersebut dan mempertahankan perannya sebagai mediator dalam berbagai pembicaraan terkait konflik di kawasan.

Pernyataan terbuka Sheikh Mohammed menambah ketegangan diplomatik antara Qatar dan pemerintah Israel. Di sisi lain, Qatar menyatakan tetap mempertahankan jalur diplomasi dan upaya mediasi untuk mencari penyelesaian konflik di Gaza.