JAKARTA, Cobisnis.com - Penurunan populasi ikan kakatua di perairan Indonesia mulai menjadi perhatian para peneliti. IPB University mengingatkan kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut dan mempercepat kerusakan terumbu karang.
Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Adriani Sunuddin, mengatakan penangkapan berlebihan serta kerusakan habitat menjadi penyebab utama menurunnya jumlah ikan kakatua.
Menurut Adriani, ikan kakatua memiliki peran penting menjaga kesehatan terumbu karang. Berkurangnya populasi ikan ini dapat memicu pertumbuhan alga yang menutupi permukaan karang.
Dominasi alga membuat larva karang kesulitan menempel dan berkembang menjadi koloni baru. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko penyakit hingga pemutihan karang atau coral bleaching.
Selain menjaga terumbu karang, ikan kakatua berperan dalam pembentukan pasir alami di wilayah pesisir. Proses itu terjadi saat ikan mengikis karang untuk mencari makanan dan mengeluarkan sisa material dalam bentuk pasir halus.
Seekor ikan kakatua dewasa bahkan mampu menghasilkan sekitar 90 hingga 450 kilogram pasir setiap tahun. Sementara ikan kakatua kepala benjol dapat menghasilkan lebih dari lima ton pasir dalam setahun.
Pasir alami tersebut menjadi material penting pembentuk pantai berpasir putih dan pulau pulau kecil di kawasan terumbu karang. Karena itu, keberadaan ikan kakatua memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibanding anggapan bahwa ikan ini merusak karang.
Adriani menjelaskan sasaran utama ikan kakatua bukanlah karang, melainkan alga dan mikroorganisme yang menempel di permukaannya. Aktivitas tersebut justru membantu membersihkan karang sehingga tetap sehat.
Ikan kakatua juga terbagi menjadi kelompok pengikis dan pengeruk. Keduanya berperan membantu regenerasi alami terumbu karang dengan membersihkan alga serta menyebarkan fragmen karang dan alga endosimbion.
IPB mendorong penguatan perlindungan ikan kakatua melalui edukasi masyarakat dan penerapan aturan penangkapan berbasis komunitas pesisir. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.