Prabowo: Koalisi Penting untuk Mengurus Indonesia

Oleh Hidayat Taufik pada 31 Aug 2026, 19:13 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kerja sama antarpartai politik diperlukan untuk mendukung jalannya pemerintahan.

Ia menilai ukuran Indonesia, baik dari sisi wilayah maupun jumlah penduduk, membutuhkan dukungan politik yang luas.

Menurut Prabowo, Indonesia merupakan negara dengan cakupan yang sangat besar. Kondisi tersebut membuat pemerintahan perlu melibatkan berbagai partai agar pengelolaan negara dapat berjalan secara efektif.

"Kita sebesar Eropa. Di Eropa itu lebih dari 27 negara. Lebih. 27 negara itu yang masuk NATO atau Uni Eropa, nanti ada lagi yang tidak masuk. Mungkin totalnya, mungkin 35 juga. Kita satu negara. Kita besar sekali. Dan karena demokrasi, saya harus berkoalisi," kata Prabowo saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul NU dikutip dari berbagai sumber  Senin (31/8/2026).

Ia kemudian menyinggung jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan segera menyentuh angka 300 juta jiwa.

Besarnya populasi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya dukungan dari banyak kekuatan politik dalam pemerintahan.

"Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang.

Negara keempat terbesar di dunia. Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai," sambung Prabowo.

Prabowo Nilai Koalisi Pemerintah Saat Ini Efisien

Prabowo juga menilai susunan koalisi pemerintah yang melibatkan delapan partai masih cukup efisien. Ia membandingkannya dengan sistem politik di sejumlah negara yang melibatkan lebih banyak partai.

Menurutnya, jumlah partai yang besar tidak selalu menjamin pemerintahan dapat berlangsung stabil. Prabowo kemudian mencontohkan kondisi politik di Jepang dan Inggris yang mengalami pergantian perdana menteri dalam beberapa tahun.

"Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai.

Kita lihat di Jepang walaupun hanya dua partai besar, tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti Perdana Menteri. Di Inggris dalam 5 tahun mungkin 7-8 kali Perdana Menteri," ujar Prabowo.

Presiden menilai keberadaan koalisi pada akhirnya berkaitan erat dengan upaya menjaga kesinambungan pemerintahan.

Dukungan politik yang kuat diperlukan agar pemerintah dapat menjalankan agenda dan program tanpa terganggu ketidakstabilan politik.

"Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan," kata Prabowo.