Prabowo Subianto Tegaskan Prioritas Human Capital: MBG Tetap Berjalan Meski Krisis

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 22 Mar 2026, 20:39 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski menghadapi krisis. Menurut Prabowo, masih banyak cara penghematan lain yang dapat dilakukan tanpa menghentikan program tersebut.

Dalam dialog di Hambalang, Bogor, Prabowo menyebut MBG sebagai investasi terbaik untuk sumber daya manusia dan prioritas bagi pembangunan human capital. “This is strategic, ini untuk human capital kita,” jelasnya.

Prabowo menekankan, setiap oknum yang ingin menghentikan MBG saat krisis tidak memahami urgensi program tersebut. Ia menegaskan pentingnya mempertahankan program bagi anak-anak yang sangat membutuhkan, terutama di luar Jawa.

Selain itu, Prabowo menyebut MBG mendapat apresiasi internasional, termasuk dari Rockefeller Institute, karena dampaknya yang nyata bagi kesejahteraan anak dan pencegahan stunting.

Presiden juga mengungkapkan langkah pengawasan dan perbaikan internal program MBG. Lebih dari 1.000 SPPG bermasalah telah ditutup sebagai bagian dari upaya perbaikan.

Ia menekankan, lebih baik uang negara digunakan untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi. “Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” tegas Prabowo.

Program MBG juga diproyeksikan akan terus berkembang dengan perbaikan berkelanjutan. Presiden optimistis langkah ini tepat dan menegaskan fokus pada kesejahteraan rakyat adalah prioritas utama pemerintah.

Prabowo menyebutkan, banyak anak-anak yang bahkan membungkus MBG untuk dibawa pulang ke rumah, menandakan kebutuhan yang tinggi di masyarakat.

Ia menekankan penghematan tidak harus menimbulkan krisis program sosial. “Masih banyak penghematan lain yang real yang bisa kita lakukan,” ujar mantan Menteri Pertahanan itu.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan pangan, kesejahteraan anak, dan investasi manusia tetap terjaga meski menghadapi tantangan ekonomi global.