Puasa Syawal Setelah Lebaran: Simak Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Niat

Oleh Desti Dwi Natasya pada 23 Mar 2026, 16:19 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Setelah merayakan Idul Fitri, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkan ibadah sunnah berupa puasa di bulan Syawal. Lantas, kapan waktu pelaksanaan Puasa Syawal dan bagaimana ketentuannya?

Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan setelah menjalani puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Amalan ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan besar, yakni pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun.

Hukum Puasa Syawal adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Para ulama dari berbagai mazhab seperti Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali juga sepakat mengenai keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal ini.

Niat Puasa Syawal

Sebelum menjalankan ibadah, berikut bacaan niat Puasa Syawal:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala

Artinya:

Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.

Niat puasa ini dianjurkan dibaca pada malam hari sebelum fajar. Namun, jika belum sempat, niat juga masih diperbolehkan di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Ketentuan Puasa Syawal

Pelaksanaan Puasa Syawal cukup fleksibel selama masih dalam bulan Syawal. Berikut beberapa ketentuannya:

  • Puasa dilakukan selama enam hari di bulan Syawal.
  • Boleh dilaksanakan tidak berurutan, namun lebih utama jika dilakukan berturut-turut mulai 2 Syawal.
  • Niat puasa Syawal harus dibedakan dari puasa qadha Ramadan.
  • Tetap bisa dilakukan meski masih memiliki utang puasa Ramadan.
Dengan memahami waktu, niat, dan ketentuannya, umat Muslim dapat menjalankan Puasa Syawal dengan lebih sempurna sebagai penyempurna ibadah setelah Ramadan.