Purbaya Bantah Isu Krisis Ekonomi Meski Rupiah dan IHSG Babak Belur

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 11 Mar 2026, 08:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum memasuki fase krisis ataupun resesi meskipun nilai tukar rupiah melemah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kekhawatiran publik dan pelaku pasar terkait dampak konflik geopolitik global, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu volatilitas di pasar keuangan internasional.

Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dan koreksi pasar saham merupakan fenomena yang lazim terjadi di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan bahwa ekonomi nasional berada dalam kondisi krisis.

Ia menegaskan bahwa indikator fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Aktivitas ekonomi domestik masih berjalan dan berbagai sektor ekonomi tetap mencatat pertumbuhan positif.

Menurut Purbaya, ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari konsumsi rumah tangga yang tetap stabil serta aktivitas produksi dan perdagangan yang masih berlangsung secara normal.

Pemerintah juga terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan fiskal dan koordinasi dengan otoritas moneter. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gejolak global tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian domestik.

Purbaya turut meminta para investor di pasar modal agar tidak bereaksi secara berlebihan terhadap dinamika jangka pendek. Ia menilai fluktuasi di pasar saham merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar terjadi.

Menurutnya, pasar keuangan global memang sedang menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian pasokan energi dunia. Kondisi ini memicu pergerakan modal dan volatilitas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis perekonomian nasional mampu bertahan di tengah gejolak tersebut. Stabilitas ekonomi domestik dinilai masih terjaga berkat konsumsi masyarakat yang kuat dan aktivitas ekonomi yang terus berjalan.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan fiskal diarahkan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan aktivitas ekonomi tetap bergerak.

Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat. Kebijakan ekonomi akan disesuaikan apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.