Perang Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Serikat

Oleh Zahra Zahwa pada 11 Mar 2026, 08:30 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak dunia yang kemudian berdampak langsung pada kenaikan harga bensin di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Harga minyak mentah bahkan sempat melonjak menembus US$100 per barel pada Senin sementara rata-rata harga bensin di Amerika Serikat naik menjadi sekitar US$3,48 per galon atau meningkat sekitar 50 sen sejak negara itu terlibat dalam konflik dengan Iran.

Krisis energi ini kembali menunjukkan bahwa harga bensin di Amerika Serikat sangat bergantung pada pasar minyak global meskipun negara tersebut saat ini merupakan salah satu produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia.

Gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz serta penurunan produksi dari negara produsen besar seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ikut memperparah tekanan pada pasokan minyak global.

Meskipun revolusi shale dan teknologi fracking membuat Amerika Serikat mampu memproduksi minyak dalam jumlah besar dari wilayah seperti Texas dan New Mexico jenis minyak yang dihasilkan berbeda dari yang banyak digunakan di kilang dalam negeri.

Para ahli energi menjelaskan bahwa pasar minyak bersifat global sehingga gangguan pasokan di satu wilayah seperti Timur Tengah dapat memicu lonjakan harga bahan bakar di berbagai negara termasuk Amerika Serikat.