Jamkrindo

Rencana Stadion US $2,3 Miliar Picu Perdebatan Di Kota Tuan Rumah Olimpiade 2032

Oleh Zahra Zahwa pada 08 Jan 2026, 08:51 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah negara bagian Queensland mengumumkan rencana stadion utama Olimpiade Brisbane 2032 dengan nilai proyek mencapai US$2,3 miliar, sebuah keputusan yang langsung memicu perdebatan sengit di Australia. Stadion ini terinspirasi dari rumah khas Queensland yang dikenal sebagai Queenslander gaya arsitektur yang juga akrab bagi penggemar serial animasi “Bluey.”

Gambar digital stadion tersebut diperlihatkan ke publik pada Senin, bersamaan dengan pengumuman pemenang kompetisi desain internasional. Stadion berkapasitas 63.000 penonton itu dirancang memiliki platform pejalan kaki melingkar yang menyerupai veranda khas rumah Queenslander.

Rencananya, stadion akan dibangun di Victoria Park seluas 158 acre, tepat di utara pusat kota Brisbane. Stadion ini akan menjadi lokasi utama cabang atletik Olimpiade dan Paralimpiade, serta upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade 2032. Namun, rencana pembangunan venue baru di kawasan taman berstatus warisan tersebut menuai kritik tajam dari kelompok konservasi dan masyarakat sipil.

Sebelumnya, pemerintah sempat menegaskan tidak akan membangun stadion baru dan lebih memilih merenovasi stadion yang sudah ada. Karena itu, keputusan membangun stadion baru di Victoria Park dianggap sebagai langkah mundur dan memicu kemarahan publik.

Kelompok Save Victoria Park menyebut visual stadion sebagai “citra komputer yang greenwashed” dan memperingatkan akan terjadinya “kehilangan besar taman warisan.” Mereka menilai proyek ini berpotensi merusak situs yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting, khususnya bagi komunitas adat Australia yang telah menempati dan menggunakan kawasan tersebut selama ribuan tahun.

Meski panel independen memperkirakan stadion hanya akan menggunakan sekitar 12–13% lahan taman, laporan peneliti pembangunan berkelanjutan Dr. Neil Peach mengklaim hingga dua pertiga area Victoria Park bisa “hancur,” dengan lebih dari 1.200 pohon diperkirakan ditebang selama proses konstruksi.

Sebaliknya, Ketua Games Independent Infrastructure and Coordination Authority (GIICA), Stephen Conry, menegaskan proyek ini justru akan “memaksimalkan penggunaan ruang hijau” dan memungkinkan ratusan ribu orang menikmati Victoria Park. Wakil Perdana Menteri Queensland, Jarrod Bleijie, bahkan secara terbuka mengecam kelompok penentang sebagai “sekumpulan nimby” yang menolak perubahan apa pun.

Kontroversi ini semakin rumit karena perubahan sikap politik. Meski rencana stadion Victoria Park sempat ditolak oleh mantan Perdana Menteri Queensland dan juga oleh Perdana Menteri saat ini dalam masa kampanye, pemerintahan baru akhirnya mendukung proyek tersebut setelah kajian ulang.

Di sisi lain, organisasi adat Yagara Magandjin Aboriginal Corporation telah mengajukan permohonan perlindungan hukum permanen atas Victoria Park, menegaskan bahwa kawasan tersebut adalah tempat penting bagi sejarah dan budaya masyarakat Aborigin, serta berpotensi mengandung artefak dan sisa-sisa leluhur.

Pihak arsitek pemenang desain Cox Architecture dan Hassell menyatakan telah melibatkan konsultan milik masyarakat adat untuk memastikan keterlibatan First Nations secara berkelanjutan. Stadion ini juga dirancang agar sesuai dengan iklim subtropis Brisbane, dengan konsep terbuka yang memungkinkan sirkulasi udara alami.

Pembangunan stadion dijadwalkan dimulai tahun ini dan ditargetkan rampung pada 2031. Namun, kelompok penentang menyatakan perjuangan belum selesai dan berencana menggelar aksi protes publik, sembari menunggu keputusan pemerintah federal terkait perlindungan hukum permanen Victoria Park.