Ribuan Warga Israel Turun ke Jalan, Netanyahu Kembali Terpojok

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 Oct 2026, 14:36 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi di Tel Aviv pada Sabtu (24/10/2026), memprotes pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Massa menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan yang memungkinkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terjadi.

Aksi berlangsung di Hostages Square, tiga hari sebelum pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada Selasa (27/10/2026). Demonstrasi serupa juga dilaporkan berlangsung di sejumlah wilayah lain di Israel.

Aksi tersebut diinisiasi Dewan Oktober atau October Council, kelompok yang dibentuk oleh keluarga para sandera yang dibawa ke Gaza saat serangan Hamas. Mereka mendesak pemerintah membentuk komisi penyelidikan negara yang independen untuk mengungkap kegagalan keamanan dan menentukan pertanggungjawaban pihak terkait.

Dalam pernyataan sebelum demonstrasi, Dewan Oktober menyebut aksi itu sebagai bagian dari perjuangan mengungkap kebenaran dan menuntut pertanggungjawaban. Kelompok tersebut juga menegaskan tuntutan pembentukan komisi penyelidikan independen.

Sejumlah tokoh oposisi turut menghadiri demonstrasi, termasuk Gadi Eisenkot dari Partai Yashar dan Yair Golan, pemimpin Partai Demokrat. Kehadiran mereka berlangsung di tengah persaingan politik menjelang pemilu.

Saat Eisenkot tiba di lokasi, massa menyambutnya dengan seruan yang menyebutnya sebagai calon perdana menteri berikutnya. Momen tersebut mencerminkan dukungan sebagian demonstran terhadap tokoh oposisi yang menantang Netanyahu.

Persoalan utama dalam demonstrasi ini adalah perbedaan pandangan mengenai mekanisme penyelidikan. Pemerintahan koalisi Netanyahu menolak pembentukan komisi independen dan mengusulkan komisi dengan anggota yang ditentukan melalui mekanisme politik.

Dalam skema yang diusulkan pemerintah, separuh anggota komisi akan ditunjuk pemerintah, sedangkan sisanya dipilih anggota parlemen dari kubu oposisi. Para pemimpin oposisi menolak mekanisme tersebut dan menyatakan akan memboikot komisi yang dibentuk melalui penunjukan politik.

Menjelang aksi, Dewan Oktober juga mengaku telah mengirim surat kepada Komisaris Polisi setelah menerima peringatan mengenai kemungkinan upaya mengganggu demonstrasi. Kelompok tersebut meminta aparat memperhatikan potensi provokasi yang mereka kaitkan dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan koalisi pemerintah.

Demonstrasi berlangsung ketika pemilu Israel diperkirakan berlangsung ketat. Jajak pendapat yang disebut dalam laporan menunjukkan persaingan antara blok sayap kanan yang dipimpin Netanyahu dan blok yang dipimpin Eisenkot, dengan kedua kubu diperkirakan belum mampu meraih mayoritas kursi parlemen.

Hasil pemilu juga berpotensi memengaruhi arah kebijakan militer Israel terhadap Iran. Eisenkot disebut lebih enggan melanjutkan serangan militer terhadap Teheran jika terpilih sebagai perdana menteri.