JAKARTA, Cobisnis.com - Tiga ledakan keras terdengar di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Minggu (25/10/2026) waktu setempat. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ancaman serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi.
Jurnalis AFP melaporkan mendengar tiga kali ledakan di kota tersebut. Sebelumnya, penduduk menerima pesan peringatan mengenai ancaman udara yang meminta mereka tetap berada di tempat aman.
Tak lama setelah ledakan terdengar, militer Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang mengarah ke Riyadh. Rudal tersebut diduga diluncurkan oleh kelompok Houthi.
Dalam pernyataan di platform X, pasukan koalisi pimpinan Saudi menyebut pertahanan udara berhasil menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok tersebut. Namun, rincian mengenai dampak ledakan terhadap wilayah ibu kota tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Arab Saudi juga melaporkan keberhasilan mencegat sejumlah pesawat nirawak atau drone. Pencegatan disebut berlangsung di Riyadh, Madinah, Provinsi Timur, dan wilayah selatan.
Juru bicara koalisi, Turki Al Malki, menyampaikan bahwa salah satu drone berhasil dicegat dan dihancurkan di Provinsi Timur. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di media sosial X.
Insiden ini kembali menempatkan pertahanan udara Arab Saudi dalam situasi siaga menghadapi ancaman dari udara. Rudal balistik dan drone menjadi dua jenis serangan yang disebut dalam laporan militer tersebut.
Meski militer Saudi mengaitkan rudal yang dicegat dengan kelompok Houthi, informasi yang tersedia belum merinci seluruh kronologi serangan maupun kerusakan yang mungkin terjadi. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak langsung tiga ledakan yang terdengar di Riyadh.
Pemerintah dan militer Arab Saudi menyampaikan perkembangan pencegatan melalui pernyataan resmi. Situasi keamanan di Riyadh menjadi perhatian menyusul laporan ledakan dan peringatan ancaman udara pada hari yang sama.