JAKARTA, Cobisnis.com - Keputusan Rocky Gerung bergabung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memunculkan perbincangan publik. Sosok yang selama ini dikenal vokal mengkritik kekuasaan itu kini berada di dalam lingkaran pemerintahan.
Raymond Chin membahas keputusan tersebut dalam sebuah video yang mengulas fungsi Wantimpres, jumlah anggota, hak keuangan, hingga alasan yang mungkin membuat Rocky bersedia menerima jabatan tersebut. Ia juga mengajak publik melihat persoalan ini secara objektif, bukan sekadar menilai perubahan posisi Rocky.Sebelum bergabung, Rocky pernah menyatakan akan tetap mengkritik Prabowo jika terpilih menjadi presiden. Ia bahkan pernah mengatakan akan menolak tawaran masuk pemerintahan dalam tempo sesingkat-singkatnya apabila kesempatan tersebut datang.
Namun, pada 2 Oktober 2026, Rocky resmi dilantik sebagai salah satu dari 26 anggota Wantimpres. Rocky menyebut dirinya hanya berpindah dari luar ke dalam pemerintahan, sementara sikap dan pandangannya tetap sama.
Wantimpres memiliki tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden, baik diminta maupun tidak diminta. Lembaga ini bukan pelaksana program seperti kementerian dan bukan lembaga legislatif yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.
Menurut Raymond, posisi tersebut menawarkan akses langsung ke pusat pengambilan keputusan. Meski anggota Wantimpres tidak memiliki kewenangan langsung untuk menetapkan kebijakan, mereka dapat memberikan masukan kepada presiden mengenai arah kebijakan yang diambil.
“Mereka emang enggak punya tombol atau enggak punya kuasa untuk bikin kebijakan, tapi mereka punya akses langsung ke orang-orang untuk mencet tombol kebijakan itu,” ujar Raymond Chin, dikutip dari kanal YouTube Raymond Chin, Selasa (13/10/2026).
Raymond juga menyoroti jumlah anggota Wantimpres yang mencapai 26 orang. Menurutnya, banyaknya anggota tidak otomatis membuat pertimbangan menjadi lebih baik jika keahlian mereka tumpang tindih atau mekanisme kerja lembaga tidak berjalan secara jelas.
Ia turut membahas hak keuangan anggota Wantimpres yang disebut mencapai Rp76,5 juta per bulan. Dengan 26 anggota, totalnya sekitar Rp23,868 miliar per tahun, sehingga transparansi mengenai hasil kerja lembaga menjadi hal yang patut diperhatikan publik.
Raymond menilai efektivitas Wantimpres seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau besaran anggaran. Publik juga perlu melihat sejauh mana pertimbangan yang diberikan membantu presiden mengambil keputusan dan menghasilkan kebijakan yang lebih baik.
Terkait Rocky, Raymond menyampaikan dua kemungkinan yang menurutnya perlu dipertimbangkan. Pertama, Rocky melihat posisi tersebut sebagai kesempatan untuk memengaruhi kebijakan dari dalam, sementara kemungkinan lainnya berkaitan dengan dinamika politik yang belum dapat dipastikan.
Raymond menegaskan bahwa alasan sebenarnya di balik keputusan Rocky belum bisa diketahui secara pasti. Konsistensi sikap Rocky setelah bergabung dengan Wantimpres akan menjadi hal penting untuk menilai apakah ia tetap mempertahankan kritiknya terhadap kekuasaan.