Rupiah Menguat usai AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata

Oleh Desti Dwi Natasya pada 29 May 2026, 13:58 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Penguatan tersebut dipengaruhi sentimen global terkait kesepakatan gencatan senjata baru antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis  Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap pergerakan rupiah. Menurutnya, meredanya ketegangan geopolitik turut menekan harga minyak dunia dan indeks dolar AS.

Rully memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.860 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Faktor global dinilai menjadi pendorong utama penguatan mata uang Garuda.

Laporan Axios menyebut Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati rancangan gencatan senjata berdurasi 60 hari. Meski begitu, Presiden AS Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan akhir terhadap kesepakatan tersebut.

Kesepakatan yang dibahas kedua negara juga masih memerlukan negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran. Namun, pasar global mulai merespons positif kabar meredanya ketegangan antara kedua negara tersebut.

Meredanya konflik geopolitik membuat harga minyak dunia bergerak turun di bawah 100 dolar AS per barel. Kondisi ini dinilai membantu menenangkan pasar keuangan global, termasuk nilai tukar di negara berkembang.

Pada perdagangan pagi ini, rupiah tercatat menguat 32 poin atau sekitar 0,18 persen. Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.814 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.846 per dolar AS.

Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Investor juga diperkirakan terus mencermati arah kebijakan ekonomi global dan pergerakan indeks dolar AS.