Sama-sama Baik untuk Kesehatan Usus, Apakah Makanan Fermentasi Mengandung Probiotik?

Oleh Chodijah Febriani pada 27 Oct 2026, 09:51 WIB

Kimchi - pexels/makafood

JAKARTA, Cobisnis.com - Makanan fermentasi sering dianggap sehat karena membantu pencernaan dan dapat mendukung kesehatan usus. Inilah sebabnya mengapa makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, kombucha, dan roti sourdough semakin populer.

Tetapi apakah makanan fermentasi tersebut secara otomatis berarti makanan mengandung probiotik?

Dijelaskan Anshul Singh, Ketua Tim, Departemen Nutrisi Klinis & Dietetik, Rumah Sakit Artemis Gurugram, bahwa makanan fermentasi tidak selalu mengandung probiotik. "Tidak semua makanan fermentasi adalah makanan probiotik," ungkapnya dilansir dari Indianexpress, Minggu (25/10/2026).

Fermentasi dan probiotik saling berkaitan erat, tetapi keduanya tidak sama. Mengetahui perbedaannya dapat membantu orang membuat pilihan diet yang lebih baik dan mendapatkan manfaat maksimal dari makanan sehari-hari mereka.

Menjelaskan tentang fermentasi, Singh mengatakan bahwa itu adalah proses alami yang bergantung pada mikroorganisme seperti bakteri dan ragi untuk memecah gula dan komponen makanan lainnya.

Proses ini memengaruhi rasa, tekstur, aroma, dan daya tahan makanan.

Sementara, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bila diberikan dalam jumlah yang cukup, memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya.

"Bakteri tertentu yang digunakan dalam proses fermentasi dapat diklasifikasikan sebagai probiotik, tetapi hanya jika efek menguntungkannya telah terbukti. Jadi, hanya karena suatu makanan difermentasi bukan berarti makanan tersebut mengandung probiotik atau akan memberikan manfaat apa pun yang sama dengan probiotik," kata Singh.

Mengapa pengolahan dan penyimapanan itu penting?

Persiapan, pengolahan, dan penyimpanan makanan fermentasi dapat memengaruhi kandungan mikroba hidup.

"Yogurt yang mengandung bakteri baik atau hidup dapat menyediakan mikroorganisme yang bermanfaat, sedangkan produk fermentasi yang dipanaskan mungkin mengandung sedikit atau bahkan tidak ada mikroba hidup. Pasteurisasi setelah fermentasi membunuh banyak bakteri hidup," bebernya.

Cara memilih makanan fermentasi dengan bijak

Saat membeli produk fermentasi, carilah label yang bertuliskan bakteri baik atau hidup dan aktif.

"Daripada sekadar mencari kata-kata seperti fermentasi atau alami, carilah informasi tentang jenis mikroba tertentu dan manfaat kesehatannya yang telah terbukti. Untuk makanan buatan sendiri, metode persiapan, kebersihan, dan penyimpanan yang tepat sama pentingnya," saran Singh.

Singh menambahkan, fermentasi dapat meningkatkan rasa dan pengawetan serta beberapa aspek nutrisi, tetapi tidak secara otomatis berarti bahwa makanan tersebut bersifat probiotik.

"Perbedaan utamanya adalah apakah makanan tersebut mengandung mikroorganisme hidup dengan manfaat kesehatan yang telah diketahui."

"Kesehatan usus tetap bergantung pada pola makan yang seimbang, asupan serat yang cukup, dan berbagai macam makanan nabati," tukasnya.