Waspada, Asap Rokok Dapat Merusak DNA dan Meningkatkan Risiko Kanker

Oleh Hidayat Taufik pada 27 Oct 2026, 12:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Paparan asap rokok tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga berpotensi merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker. Senyawa karsinogenik yang terkandung di dalamnya dapat mengganggu mekanisme pengendalian pertumbuhan sel tubuh.

Dalam kondisi normal, sel tubuh tumbuh dan membelah secara teratur dengan pengawasan DNA. Namun, ketika materi genetik tersebut mengalami kerusakan atau perubahan, proses pengendalian sel dapat terganggu dan memicu pertumbuhan yang tidak terkendali.

Konsultan bedah onkologi, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B, Subsp. Onk. (K), M.Epid, MARS, menjelaskan bahwa kanker dapat berkembang ketika perubahan atau kerusakan DNA menyebabkan pertumbuhan sel tidak lagi terkontrol.

“Kenapa bisa rusak? Nah itu yang tadi. Jadi adanya faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan bentuk, struktur, dan fungsi dari DNA-nya itu,” ujar Sonar saat diwawancarai di Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dikutip  Selasa (27/10/2026).

Bagaimana Zat Karsinogen Memicu Kanker?

Sonar menjelaskan, senyawa kimia dalam asap rokok dapat berinteraksi dengan DNA dan memicu perubahan pada materi genetik sel. Perubahan tersebut berpotensi mengganggu mekanisme yang mengatur pembelahan sel.

“Tadi kalau khusus karsinogenik makanan atau rokok misalnya, itu ada namanya polycyclic carbon, jadi kan kita merokok tuh. Dia nempel ke si DNA-nya, jadi dia berubah,” paparnya.

Ketika pengendalian pertumbuhan sel terganggu, sel dapat membelah lebih cepat dan berkembang tanpa kendali. Paparan asap rokok diketahui berkaitan erat dengan risiko kanker paru-paru, meskipun risiko kanker secara keseluruhan juga dipengaruhi berbagai faktor lainnya.

“Tapi karena misalnya pada merokok itu lebih banyak ke paru-paru, nah itulah makanya lebih banyak berhubungan dengan kanker paru,” ujarnya.

Hubungan antara suatu paparan dan munculnya kanker juga tidak selalu dapat diketahui dalam waktu singkat. Penelitian jangka panjang diperlukan untuk memahami kaitan paparan tertentu dengan peningkatan risiko penyakit tersebut.

Cara Mengurangi Paparan Zat Pemicu Kanker

Selain asap rokok, faktor karsinogenik dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk polusi, radiasi, makanan tertentu, serta infeksi mikroorganisme tertentu. Tingkat risiko bergantung pada jenis paparan dan berbagai faktor lainnya.

“Bisa asap, bisa karbon, bisa makanan, bisa bakteri, bisa radiasi, segala macam,” ujarnya.

Menurut Sonar, langkah utama untuk mengurangi risiko akibat asap rokok adalah menghentikan kebiasaan merokok serta mencegah paparan asap rokok terhadap orang lain.

“Yaudah kalau merokok ya stop, itu nomor satu. Kasih ruang terbuka, ruang khusus untuk merokok,” ujarnya.

Pola makan sehat, termasuk konsumsi sayuran, juga dapat mendukung kesehatan tubuh. Namun, makanan sehat tidak dapat sepenuhnya mencegah kerusakan DNA maupun menjamin seseorang terhindar dari kanker.

“Nah kalau makanan-makanan sehat, termasuk sayuran antara yang timun itu, dia menghambat tuh, jadi tingkat kerusakannya itu dikurangin gitu. Walaupun ya enggak bisa juga, oh saya makan timun aja, enggak bisa lah. Itu hanya mungkin bisa membantu,” kata Sonar.

Karena itu, menghindari rokok, membatasi paparan zat berbahaya, dan menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk membantu menekan risiko kanker.