Sarwendah Buka Cerita soal Keinginan Anak Bertemu Ruben Onsu

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 08 Oct 2026, 14:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Sarwendah mengklaim kedua putrinya ingin bertemu Ruben Onsu dengan kedua orang tua mereka dalam formasi lengkap. Hal tersebut disampaikan saat Sarwendah menceritakan upayanya membujuk anak anak untuk bertemu dengan ayahnya.

Dalam sebuah podcast yang tayang pada Minggu, 4 Oktober 2026, Sarwendah mengatakan dirinya sudah berusaha mengajak anak anak bertemu Ruben. Ia juga meminta Ruben ikut berusaha dan tidak menyerahkan seluruh upaya tersebut kepadanya.

"Aku sampai bilang yuk anak-anak mau kita jalan-jalan berempat aku, ayahnya Cici sama Nia. Yuk kita sebagai orang dewasa turunkan ego masing-masing. Yuk kita jalan-jalan. Dia pun tidak mau gitu loh," ujar Sarwendah.

Menurut Sarwendah, anak anak juga memiliki kehendak, keinginan, perasaan, dan pikiran sendiri. Karena itu, ia menilai orang dewasa tidak seharusnya memaksakan keinginan kepada mereka.

Ketika ditanya apakah anak anak menginginkan pertemuan dengan Ruben dalam formasi lengkap bersama ayah dan ibu, Sarwendah menjawab, "Benar begitu."

Sarwendah juga mengatakan dirinya sempat mendapat teguran dari psikolog anak karena dinilai terlalu sering membujuk anak untuk bertemu Ruben. Ia kemudian memahami bahwa anak anak justru bisa merasa seperti sedang diusir jika terus didorong untuk bertemu.

"Jadi aku selalu bilang, 'Ayo dong anak-anak tolong dong,' gitu maksudnya ketemu lah gitu. Bunda enggak pernah sama sekali yang namanya menghalangi tidak," kata Sarwendah.

"Dan aku ditegur sama psikolog anak-anak karena kenapa, Bu? Tolong jangan terlalu paksa anak-anak. Kenapa? Karena anak-anak merasa kayak ibu ngusir mereka jadinya begitu," lanjutnya.

Sarwendah mengaku terpukul setelah mendapat teguran tersebut. Ia menegaskan tidak pernah bermaksud mengusir anak anak dan tetap menyayangi mereka.

Di sisi lain, kubu Ruben Onsu meminta bukti atas klaim bahwa anak anak enggan bertemu dengan ayahnya. Pengacara Ruben, Minola Sebayang, mengatakan pernyataan tersebut perlu diuji untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.

"Kalau memang penolakan itu benar, ya tentu harus diuji. Ada psikolognya bilang katanya ini. Psikolognya siapa, buktinya mana?" kata Minola.

Minola juga menilai pemeriksaan sebaiknya melibatkan psikolog independen agar penilaiannya lebih objektif. Ia menyoroti bahwa psikolog yang disebut Sarwendah merupakan pihak yang dipilih untuk menangani anak anak.

"Psikolog itu kan yang dia tunjuk sendiri. Seharusnya ada psikolog independen yang dilibatkan supaya penilaiannya objektif," tutur Minola.

Minola menyebut Ruben terpukul dengan sikap anak anak yang disebut enggan bertemu dengannya. Ia menilai orang dewasa di sekitar anak memiliki peran penting dalam memberikan gambaran positif mengenai sosok ayah dan ibu.