JAKARTA, Cobisnis.com – Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) dinilai semakin strategis dalam menopang ekonomi daerah. Hal ini seiring dengan meningkatnya tekanan fiskal dan penurunan dana transfer ke daerah (TKD).
Isu tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional BPD yang digelar Asbanda bersama Bank Jateng di Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Undian Tabungan Simpeda Nasional 2026.
Seminar mengusung tema penguatan peran BPD sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui inovasi pembiayaan. Acara ini juga dihadiri jajaran direksi BPD dari seluruh Indonesia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa BPD memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai pembangunan daerah harus dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi.
Menurutnya, keterbatasan fiskal menjadi tantangan utama yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. Oleh karena itu, diperlukan sumber pembiayaan alternatif, termasuk melalui investasi.
Ia juga menekankan bahwa kepala daerah harus aktif menarik investor guna mendukung pembangunan. Pendekatan pembangunan yang terintegrasi dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan daerah.
Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo menyatakan BPD harus bertransformasi menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Peran BPD tidak lagi sebatas lembaga administratif, tetapi harus lebih aktif dalam intermediasi keuangan.
Ia menegaskan BPD perlu menjadi pengelola aliran dana dan penjaga likuiditas daerah. Selain itu, BPD juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko menilai penurunan TKD dapat menjadi momentum bagi BPD. Menurutnya, tren penurunan tersebut telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Ia mendorong penguatan kolaborasi antar-BPD, termasuk melalui skema pembiayaan bersama. Dengan sinergi yang kuat, BPD diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan nasional.