JAKARTA, Cobisnis.com - Jika kamu terus-menerus merasa haus dan sering pergi ke kamar mandi, itu mungkin salah satu ciri-ciri diabetes. Tetapi penyakit tersebut bukanlah satu-satunya kemungkinan penyebabnya.
Lantas, apa yang menyebabkannya?
Menurut Dr. Vineeta Singh Tandon, Konsultan Senior Penyakit Dalam, Rumah Sakit Multispesialisasi ISIC, menjelaskan meskipun diabetes adalah penyebab umum rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil, itu bukan satu-satunya penyebabnya.
"Sebagian besar orang dewasa buang air kecil sekitar enam hingga delapan kali sehari, meskipun ini bervariasi," kata Dr. Tandon dilansir dari Indianexpress, Selasa (22/9/2026).
Dia menambahkan bahwa jika rasa haus dan buang air kecil mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidur, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
"Seseorang mungkin minum dan buang air kecil lebih banyak dari biasanya jika mereka terus-menerus merasa haus, membawa air ke mana-mana, berulang kali terbangun di malam hari untuk buang air kecil, atau memperhatikan peningkatan signifikan dalam asupan cairan harian," tambahnya.
Mencatat berapa banyak cairan yang Anda konsumsi dan seberapa sering Anda buang air kecil juga dapat membantu dokter Anda menilai masalah tersebut
Jadi apa penyebabnya? Terlalu banyak air, kafein, atau hal lain?
Lebih lanjut, Dr. Tandon menjelaskan, sering buang air kecil sering dikaitkan dengan peningkatan produksi cairan dan memang bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. "Ya, mengonsumsi air, teh, kopi, minuman energi, atau minuman lainnya dalam jumlah besar dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil."
"Hal ini karena kafein bertimdak sebagai diuretik ringan, mendorong tubuh untuk memproduksi lebih banyak urine," sambungnya.
Jadi, seiring bertambahnya cairan yang hilang, beberapa orang mungkin merasa haus lagi dan terus minum, sehingga menciptakan siklus sering minum dan buang air kecil.
Beberapa faktor lain meliputi dehidrasi, gangguan ginjal, obat-obatan tertentu, ketidakseimbangan hormon, asupan cairan berlebihan, atau kondisi seperti diabetes insipidus.
Lantas, gejala lain apa yang perlu diwaspadai?
Jika rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil berlanjut selama lebih dari beberapa hari tanpa alasan yang jelas, mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Dr. Tandon menyarankan untuk mewaspadai penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kelelahan, lemas, mulut kering, pusing, pembengkakan pada kaki, demam, rasa terbakar saat buang air kecil, darah dalam urin, mual, sakit kepala, atau perubahan penglihatan.
Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil juga perlu dilaporkan ke dokter, terutama jika hal itu mengganggu tidur.
Gejala-gejala penyerta ini dapat memberikan petunjuk apakah masalah tersebut berkaitan dengan ginjal, hormon, infeksi, efek obat, atau kondisi mendasar lainnya.
"Penilaian dini membantu mengidentifikasi penyebabnya dan memungkinkan pengobatan sebelum komplikasi terjadi," ujar Dr. Tandon.
Tergantung pada gejalanya, pemeriksaan lebih lanjut dapat mencakup pemantauan volume urin, pemeriksaan konsentrasi urin, USG ginjal dan saluran kemih, atau tes khusus untuk kondisi seperti diabetes insipidus.
"Pilihan tes bervariasi dari orang ke orang dan dipandu oleh riwayat medis, temuan pemeriksaan, dan tingkat keparahan gejala," pungkas Dr. Tandon.