Bahaya Membiarkan Cucian Basah di Dalam Mesin Cuci Semalaman

Oleh Chodijah Febriani pada 22 Sep 2026, 11:43 WIB

Mencuci Handuk - pexels/Towfiqu barbhuiya

JAKARTA, Cobisnis.com - Mungkin bagi sebagian orang suka meninggalkan pakaian yang sudah dicuci di dalam mesin cuci. Kemudian, mereka melanjutkannya di esok hari.

Hal tersebut mereka lakukan dengan sengaja meninggalkan cucian basah di dalam mesin cuci hingga berjam-jam bahkan sampai semalaman.

Namun, apakah boleh meninggalkan pakaian basah di dalam mesin cuci semalaman?

Dijelaskan Saniyat Islam, Profesor Madya, Fashion dan Tekstil di Universitas RMIT mengatakan cucian basah dapat dengan cepat meninggalkan bau. Ia menyarankanuntuk memindahkannya ke jemuran atau pengering dalam waktu 30 hingga 60 menit untuk mencegah bau apek."Keringkan semuanya sepenuhnya dan secepat mungkin, dengan aliran udara yang baik ini akan menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur karena pengeringan menghilangkan bagi mikroba untuk berkembang biak," jelasnya dilansir dari Nine, Selasa (22p/9/2026).

Beberapa hal dapat membuat cucian berbau tidak sedap, baik itu dibiarkan di dalam mesin cuci atau tidak. Salah satunya adalah bakteri penyebab bau 'kain basah', yang menurut Islam dapat bertahan hidup selama proses pengeringan dan sinar ultraviolet matahari.

"Kemudian ada jamur, yang dapat mulai tumbuh ketika cucian basah dibiarkan terlalu lama atau dikeringkan di dalam ruangan tanpa aliran udara," tambah Islam.

Lebih lanjut, Islam menambahkan, dan yang lebih buruk lagi, mesin cuci juga dapat memiliki biofilm mikroba di area seperti segel pintu mesin cuci bukaan depan dan laci deterjen. Ini dapat menempel pada pakaian Anda selama siklus pencucian dan membuat pakaian berbau, meskipun pakaian tersebut telah segera digantung untuk dikeringkan.

Namun, begitu pakaian, seprai, dan handuk kamu berbau, satu-satunya cara untuk menghilangkan baunya adalah dengan mencucinya kembali.

Sebelum melakukannya, tentukan apakah mesin perlu dibersihkan. Kemudian pertimbangkan untuk merendam barang-barang yang berbau dalam cuka untuk membantu menghilangkan mikroba jahat tersebut.

Saat mencuci di mesin cuci, gunakan air dengan suhu terpanas yang dapat ditahan oleh pakaian tersebut, periksa label perawatan untuk mengetahui detail terbaik untuk setiap item. Kemudian, keringkan sesegera mungkin.

Jika kamu mengira mesin cuci adalah penyebab bau tidak sedap pada cucian, cobalah membersihkan mesin. Lakukan pembersihan pada tabung, lalu tambahkan cuka, soda kue, pemutih, asam sitrat, atau pembersih mesin cuci yang dijual bebas di pasaran.

Selain itu, filter juga bisa menjadi sumber bau tidak sedap, jadi pada mesin cuci bukaan atas, kosongkan filter yang terletak di dalam mesin setelah setiap kali mencuci dan bersihkan secara teratur. Filter mesin cuci bukaan depan harus dikosongkan setiap bulan dan terletak di salah satu sudut depan bawah.

Laci deterjen juga perlu dibersihkan. Jika terdapat jamur dan penumpukan deterjen yang terlihat, gosoklah dengan air sabun. Pastikan laci kering sebelum diletakkan kembali dan pertimbangkan untuk mengosongkannya setelah siklus pencucian untuk menghilangkan sisa kelembapan.

"Segel pintu mesin cuci bukaan depan juga perlu dibersihkan secara teratur karena jamur mudah tumbuh di sana. Lap setelah setiap pencucian untuk menghilangkan sisa kelembapan dan biarkan pintu mesin terbuka agar bisa kering. Mesin cuci bukaan atas juga akan lebih baik jika pintunya dibiarkan terbuka setelah pencucian selesai," jelasnya.