JAKARTA, Cobisnis.com - Kesadaran masyarakat untuk berolahraga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas seperti lari, jalan kaki, bersepeda, hingga latihan di pusat kebugaran kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.
Di balik tren tersebut, masih banyak masyarakat yang belum memperhatikan kebutuhan cairan tubuh. Padahal, hidrasi menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan dan performa saat beraktivitas.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Cut Hafiah SpGK, mengatakan banyak orang baru minum ketika merasa haus. Menurutnya, rasa haus justru menjadi tanda bahwa tubuh telah mulai mengalami dehidrasi.
Ia menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga merupakan perkembangan yang positif. Namun, peningkatan aktivitas fisik belum diikuti pemahaman yang baik mengenai kebutuhan cairan harian.
Dr Cut menjelaskan bahwa kekurangan cairan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme, sistem pencernaan, hingga kesehatan kulit. Hidrasi juga berperan penting dalam menjaga fokus dan konsentrasi.
Saat berolahraga, kebutuhan cairan menjadi lebih tinggi karena tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika tidak segera diganti, tubuh dapat lebih cepat lelah dan performa fisik menurun.
Dr Cut menganjurkan masyarakat untuk minum secara berkala, sekitar 350 mililiter setiap dua jam. Menurutnya, menjaga hidrasi sama pentingnya dengan menjaga pola makan dan waktu istirahat, terutama bagi mereka yang rutin berolahraga.