Sidang Kabinet, Prabowo Sampaikan Pesan Tegas: Kekuasaan Tak Akan Abadi

Oleh Hidayat Taufik pada 20 Jul 2026, 17:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran menteri, kepala badan, dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih bahwa tidak ada kekuasaan yang berlangsung selamanya. Pesan itu disampaikan saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prabowo menegaskan setiap pemerintahan dan setiap pemimpin memiliki masa tugas yang terbatas. Karena itu, seluruh jajaran kabinet diminta memanfaatkan amanah yang diberikan rakyat untuk bekerja maksimal.

"Setiap masa ada pemerintahnya, setiap pemerintah ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin punya masanya," ujar Prabowo.

Ia mengatakan pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari peningkatan kesejahteraan guru, penyediaan lapangan kerja, hingga penanggulangan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, seluruh persoalan tersebut harus menjadi prioritas pemerintah.

Prabowo menekankan bahwa mandat yang diberikan rakyat harus diwujudkan melalui kerja nyata dan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sidang Kabinet Paripurna ini merupakan yang pertama digelar dalam sekitar empat bulan. Sebelumnya, sidang serupa terakhir berlangsung pada 13 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mempertanyakan mengapa program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan justru dianggap sebagai pemborosan anggaran.

Menurut Prabowo, perhatian publik seharusnya juga tertuju pada potensi kebocoran ekonomi yang nilainya jauh lebih besar. Ia menilai program MBG merupakan investasi bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Sidang Kabinet Paripurna dihadiri para menteri, wakil menteri, utusan khusus presiden, serta kepala lembaga. Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi kinerja kementerian dan lembaga sekaligus membahas percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.