Super El Niño Diperkirakan Mencapai Intensitas Tertinggi dan Picu Cuaca Ekstrem Global

Oleh Zahra Zahwa pada 07 Jul 2026, 13:10 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Para ilmuwan terus memantau perkembangan Super El Niño di Samudra Pasifik tropis. Fenomena tersebut kini diperkirakan dapat menjadi yang terkuat sejak 1950.

Para peramal iklim memperkirakan El Niño akan menguat dengan cepat dalam beberapa bulan mendatang. Setelah itu, intensitasnya diprediksi mencapai puncak pada akhir musim gugur hingga awal musim dingin di Belahan Bumi Utara.

Sementara itu, istilah Super El Niño digunakan untuk menggambarkan fenomena dengan kekuatan yang sangat tinggi. Dalam beberapa dekade terakhir, hanya sedikit peristiwa yang mencapai kategori tersebut.

Peristiwa Super El Niño terakhir terjadi pada periode 2015 hingga 2016. Namun, sejumlah model komputer terbaru menunjukkan fenomena tahun ini berpotensi melampaui seluruh catatan sebelumnya.

Ilmuwan atmosfer dari Columbia University, Michael Tippett, mengatakan beberapa hasil pemodelan mendekati tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, para peneliti terus mengawasi perkembangan fenomena tersebut.

Selain itu, Super El Niño berpotensi memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia. Meski begitu, dampaknya dapat berbeda di setiap wilayah, mulai dari kekeringan hingga hujan lebat dan peningkatan cuaca ekstrem.