Tarif Visa Australia Melonjak Mulai 1 Juli, WNI Mulai Hitung Ulang Rencana Tinggal

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 06 Jul 2026, 00:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Australia resmi menaikkan biaya berbagai jenis visa mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini berdampak langsung pada warga negara Indonesia yang tinggal maupun berencana menetap di Australia.

Salah satu kenaikan paling besar terjadi pada Resident Return Visa atau RRV subkelas 155. Biaya perpanjangan izin bagi penduduk tetap naik dari 490 dollar Australia menjadi 1.475 dollar Australia, atau sekitar Rp6,1 juta menjadi Rp18,3 juta.

Ria Hariati, warga Indonesia yang telah berstatus permanent resident selama lima tahun di Sydney, mengaku terkejut dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, kenaikan biaya kali ini jauh lebih besar dibandingkan perkiraannya.

Meski merasa keberatan, Ria mengatakan tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Ia juga harus memperpanjang RRV sebelum masa berlakunya berakhir pada Desember 2026.

Di media sosial, sejumlah WNI berstatus permanent resident mulai mempertimbangkan menjadi warga negara Australia agar tidak perlu lagi memperpanjang RRV. Namun, Ria memilih tetap mempertahankan kewarganegaraan Indonesia.

Ia mengaku masih memiliki berbagai kepentingan di Indonesia, termasuk aset properti. Selain itu, Ria juga berencana menghabiskan masa pensiunnya di Tanah Air.

Kenaikan biaya visa juga menjadi perhatian mahasiswa Indonesia di Australia. Claudia Marchella Siswanto yang menempuh studi Manajemen Perhotelan di Melbourne mengaku sudah memperkirakan adanya kenaikan tarif.

Meski begitu, Claudia mengatakan besarnya kenaikan kali ini jauh di luar perkiraannya. Ia berencana mengajukan Graduate Visa pada akhir tahun sehingga kebijakan tersebut ikut memengaruhi rencananya.

Perubahan tarif ini menjadi bagian dari kebijakan baru Pemerintah Australia yang berlaku untuk berbagai kategori visa. Dampaknya tidak hanya dirasakan calon pendatang, tetapi juga warga asing yang telah lama menetap di negara tersebut.

Bagi banyak WNI, kenaikan biaya visa menjadi tambahan beban finansial yang harus dipersiapkan. Meski demikian, sebagian memilih tetap memenuhi persyaratan agar status tinggal mereka di Australia tetap berlaku.