JAKARTA, Cobisnis.com – Rusia membuka peluang kerja sama energi dengan Indonesia di tengah gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Rusia menyatakan siap memasok minyak dan gas jika Indonesia membutuhkan. Tawaran ini muncul saat jalur distribusi energi dunia terganggu akibat penutupan Selat Hormuz.
Penutupan jalur strategis tersebut berdampak langsung pada distribusi minyak global. Sejumlah kapal tanker, termasuk milik Indonesia, mengalami hambatan operasional.
Dua kapal tanker milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memperlihatkan risiko nyata dari konflik geopolitik.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan negaranya terbuka untuk kerja sama energi. Rusia siap memenuhi kebutuhan negara sahabat, termasuk Indonesia.
Ia menyebut hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari pihak Indonesia. Namun, Rusia membuka ruang diskusi jika ada kebutuhan pasokan energi tambahan.
Menurut Tolchenov, kerja sama ini dapat dilakukan melalui kontrak jangka panjang. Rusia bahkan menyatakan siap memasok ke berbagai negara tanpa membedakan status hubungan politik.
Langkah Rusia ini memberi opsi baru bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan energi. Diversifikasi sumber pasokan menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia memang tengah mencari alternatif pasokan minyak. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan distribusi akibat konflik.
Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi harga energi domestik. Jika pasokan terganggu, tekanan terhadap harga BBM bisa meningkat.
Dengan adanya tawaran dari Rusia, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat keamanan energi. Namun, keputusan kerja sama tetap akan mempertimbangkan aspek ekonomi dan geopolitik.
Situasi ini menunjukkan bahwa konflik global tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga langsung memengaruhi sektor energi dan ekonomi nasional.