Tekanan Global Bikin IHSG Jadi Satu-Satunya yang Terkoreksi di Asia

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 May 2026, 21:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - IHSG pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, tercatat menjadi satu-satunya indeks saham utama di Asia yang berada di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup turun 3,44% ke level 6.102,63, setelah sempat dibuka di level 6.378,81.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa tekanan pada IHSG dipicu oleh dua faktor utama. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut rebalancing MSCI dan kebijakan baru terkait ekspor komoditas strategis melalui BUMN sebagai penyebab utama pelemahan pasar.

Dari faktor global, MSCI diketahui mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks acuannya. Hal ini berdampak langsung pada pergerakan pasar karena dana pasif seperti ETF dan reksa dana yang mengikuti MSCI wajib melakukan penyesuaian portofolio.

OJK memperkirakan tekanan dari rebalancing tersebut masih akan berlangsung hingga kebijakan resmi berlaku efektif pada 29 Mei 2026. Selama periode ini, pasar diperkirakan masih akan mengalami volatilitas akibat penyesuaian posisi investor institusi.

Selain itu, OJK juga mencatat adanya potensi arus keluar dana asing dari pasar modal Indonesia. Meski demikian, koreksi yang terjadi disebut masih dalam batas normal, kecuali pada saham tertentu yang terdampak langsung dan mengalami tekanan lebih dalam.

Dari sisi domestik, kebijakan baru terkait ekspor komoditas strategis yang kini disalurkan melalui BUMN turut memengaruhi sentimen investor. Perubahan mekanisme ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap lebih hati-hati dalam menempatkan dana di pasar saham.

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia justru bergerak menguat pada hari yang sama. Sentimen positif global dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir, sehingga meningkatkan optimisme pasar keuangan dunia.