Ternyata Kesehatan Kulit dan Mental Saling Berkaitan, Ini Penjelasannya

Oleh Desti Dwi Natasya pada 01 Aug 2026, 08:17 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Selama bertahun-tahun, masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis dianggap hanya berdampak pada rasa percaya diri seseorang. Namun, penelitian terbaru menunjukkan hubungan antara kesehatan kulit dan mental ternyata jauh lebih kompleks melalui mekanisme yang dikenal sebagai skin-brain axis. 

Skin-brain axis merupakan sistem komunikasi dua arah yang menghubungkan kulit, otak, sistem saraf, sistem imun, dan hormon. Para ilmuwan menemukan bahwa sinyal dari kulit dapat memengaruhi fungsi otak, begitu pula sebaliknya. 

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan berbagai zat kimia lain. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peradangan, produksi minyak berlebih, serta melemahkan lapisan pelindung kulit sehingga jerawat atau eksim lebih mudah kambuh. 

Sebaliknya, penyakit kulit kronis juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Penelitian memperkirakan sekitar 30 persen penderita penyakit kulit kronis turut mengalami gangguan seperti kecemasan atau depresi. 

Para peneliti menjelaskan bahwa peradangan pada kulit memicu pelepasan molekul imun bernama sitokin. Molekul tersebut dapat memengaruhi neurotransmiter di otak, termasuk serotonin dan dopamin, yang berperan dalam mengatur suasana hati, stres, dan kualitas tidur. 

Temuan ini mendorong berkembangnya bidang psikodermatologi yang menggabungkan ilmu dermatologi dan kesehatan mental. Pendekatan tersebut bertujuan menangani penyebab biologis sekaligus dampak psikologis dari penyakit kulit kronis. 

Para ahli juga menilai pemeriksaan kesehatan mental sebaiknya menjadi bagian dari perawatan pasien dengan penyakit kulit kronis. Kolaborasi antara dokter kulit dan tenaga kesehatan jiwa dinilai mampu memberikan penanganan yang lebih menyeluruh. 

Meski penelitian mengenai skin-brain axis masih terus berkembang, temuan ini memperkuat bahwa kesehatan kulit tidak dapat dipisahkan dari kesehatan mental. Menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, serta berkonsultasi dengan tenaga medis bila mengalami keluhan berkepanjangan menjadi langkah penting untuk merawat keduanya.