JAKARTA, Cobisnis.com – Tim Pengawas Haji DPR RI mulai memantau pelayanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi selama musim haji 2026.
Anggota Timwas DPR, Selly Andriany Gantina, memimpin pengawasan di Madinah dan Makkah. Ia fokus pada layanan kesehatan, konsumsi, dan fasilitas hotel jemaah.
Selain itu, DPR juga memetakan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah haji.
Selly mengatakan layanan rumah sakit menjadi salah satu prioritas pengawasan. DPR juga memantau pelaksanaan asuransi kesehatan bagi jemaah Indonesia.
Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait pelayanan medis di Tanah Suci.
Di sisi lain, DPR menerima laporan soal konsumsi makanan jemaah. Beberapa jemaah menilai menu yang tersedia kurang sesuai dengan selera Indonesia.
Tak hanya konsumsi, DPR juga menyoroti kondisi hotel jemaah di Makkah. Timwas menemukan dugaan kamar hotel diisi enam tempat tidur, padahal kapasitas normal hanya empat orang.
Menurut Selly, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama Kementerian Agama.
Sementara itu, DPR mengapresiasi langkah pemerintah dalam menekan keberangkatan haji ilegal. Pengawasan di bandara dan imigrasi dinilai berjalan cukup efektif.
Namun, Selly meminta pemerintah meningkatkan sosialisasi aturan baru dari Arab Saudi. Ia menilai banyak jemaah belum memahami seluruh ketentuan selama berada di Tanah Suci.
Selain itu, ia juga menyoroti penempatan jemaah yang terpisah dari rombongan kloter di hotel.
Akibatnya, distribusi konsumsi menjadi tidak merata. Karena itu, Selly meminta penempatan jemaah tetap sesuai kelompok keberangkatan agar pelayanan berjalan lebih optimal.