Tokoh Adat dan Warga Lingkar Tambang Dairi Nyatakan Dukungan untuk Investasi PT DPM

Oleh Dwi Natasya pada 03 Mar 2026, 14:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Dukungan terhadap rencana investasi pertambangan yang akan dijalankan oleh PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) terus menguat di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Sejumlah pemangku hak ulayat serta masyarakat lingkar tambang menyatakan sikap terbuka terhadap kehadiran perusahaan, dengan catatan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan dan nilai budaya lokal.

Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat Pakpak Dairi (FKPHUPD) bersama Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang (Almas Lintang) menilai investasi dibutuhkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat pembangunan infrastruktur.

Ketua Harian FKPHUPD, Aslim Padang, menyampaikan bahwa masyarakat Dairi memerlukan investasi berskala besar agar roda perekonomian bergerak lebih signifikan. Ia juga menekankan bahwa penerimaan daerah dari sektor pertambangan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sektor pertanian, pendidikan, hingga sosial budaya.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan saat bertemu Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Meski mendukung, FKPHUPD menegaskan seluruh aktivitas pertambangan wajib mematuhi dokumen dan ketentuan lingkungan, khususnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengawasan pemerintah dinilai harus dilakukan secara ketat agar kegiatan industri tidak merugikan masyarakat maupun ekosistem sekitar.

Ketua FKPHUPD lainnya, Saut Martua Ujung, menyebut mayoritas warga memberikan dukungan terhadap rencana operasional perusahaan. Ia berharap kemajuan ekonomi tetap berjalan beriringan dengan pelestarian identitas sosial, budaya, dan nilai agama masyarakat Pakpak.

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Almas Lintang, Sahbin Cibro, yang mewakili enam wilayah terdampak, yakni Desa Tungtung Batu, Bonian, Bongkaras, Longkotan, Poling, serta Kelurahan Parongil. Menurutnya, sekitar 4.000 warga telah menyatakan dukungan tertulis agar izin Amdal dapat kembali diterbitkan demi keberlangsungan ekonomi masyarakat lingkar tambang.

Ia menambahkan, kontribusi sosial perusahaan telah dirasakan warga meskipun produksi belum berjalan penuh. Program beasiswa berkelanjutan, termasuk kesempatan pendidikan ke luar negeri, serta bantuan pangan tambahan bagi kelompok rentan menjadi bentuk komitmen sosial perusahaan.

Selain itu, masyarakat berharap prioritas tenaga kerja lokal tetap menjadi bagian utama dalam setiap kegiatan operasional perusahaan ke depan.

Para pemangku kepentingan di Dairi menilai investasi pertambangan dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan apabila pengawasan lingkungan dilaksanakan secara konsisten dan aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian utama.