Trump Klaim AS Kuasai Mayoritas Cadangan Minyak Venezuela hingga 65 Miliar Barel

Oleh Zahra Zahwa pada 29 Aug 2026, 15:45 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS telah mencapai kesepakatan minyak dengan Venezuela. Trump mengklaim kesepakatan tersebut memberi AS kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela.

Menurut Trump, kesepakatan itu dapat meningkatkan cadangan minyak AS lebih dari dua kali lipat. Selain itu, ia menyebut pasokan minyak akan meningkat.

Trump juga mengatakan peningkatan pasokan dapat menekan harga bensin di Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Perang Pete Hegseth terlibat dalam kesepakatan tersebut.

Ia mengatakan keduanya bekerja bersama Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez. Trump juga menyebut kemitraan dengan sektor swasta dalam kesepakatan itu.

Trump menegaskan pemerintah AS tidak mengeluarkan biaya bagi pembayar pajak Amerika untuk memperoleh kendali tersebut. Namun, klaim tersebut muncul ketika harga bensin Amerika berada pada level tinggi. Rata-rata nasional telah mencapai lebih dari US$4 per galon.

Sementara itu, Trump menyoroti penurunan harga bensin menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Pemilu tersebut akan berlangsung kurang dari dua bulan setelah pernyataan Trump. Karena itu, isu energi berpotensi menjadi perhatian politik penting.

Jika pasokan meningkat dan harga energi turun, kebijakan tersebut dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi konsumen Amerika. Di sisi lain, besarnya cadangan minyak Venezuela menjadikan kesepakatan tersebut penting bagi pasar energi global.

Trump mengatakan kesepakatan itu akan memperkuat posisi AS dalam pasokan minyak. Namun, rincian teknis mengenai mekanisme pengendalian cadangan tersebut belum dijelaskan dalam pernyataannya.