Trump Sampaikan Alasan Perang Iran, Namun Strategi Akhir Masih Dipertanyakan

Oleh Zahra Zahwa pada 02 Apr 2026, 19:09 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik Amerika-Iran kembali menjadi sorotan setelah Donald Trump menyampaikan pidato nasional dari White House pada Rabu malam. Dalam pidato itu, ia berusaha menjelaskan alasan operasi militer terbaru terhadap Iran.

Trump mengatakan pemerintahnya tidak bisa membiarkan Iran mendekati kemampuan senjata nuklir. Selain itu, ia menilai jalur diplomasi tidak lagi cukup efektif menghadapi tekanan dari Teheran.

Ia menegaskan serangan udara bersama sekutu telah merusak fasilitas militer Iran. Namun, Trump tidak memaparkan bukti rinci yang dapat menguatkan seluruh klaim tersebut.

Sebaliknya, banyak analis menunggu penjelasan tentang bagaimana perang ini akan berakhir. Akan tetapi, presiden justru membuka peluang operasi lanjutan dalam beberapa pekan mendatang.

Trump bahkan mengancam fasilitas energi Iran jika tidak ada respons terhadap tuntutan damai. Karena itu, kekhawatiran pasar global terhadap pasokan minyak terus meningkat.

Perhatian dunia kini tertuju pada Strait of Hormuz yang masih berisiko terganggu. Jalur ini sangat penting bagi distribusi energi internasional.

Sementara itu, pemerintah Amerika belum mengirim kapal perang langsung ke titik paling sensitif di kawasan tersebut. Langkah ini membuat investor tetap berhati-hati.

Survei terbaru juga menunjukkan dukungan publik terhadap kebijakan Trump terus melemah. Banyak warga Amerika khawatir konflik akan berlangsung lebih lama.

Data jajak pendapat terbaru menunjukkan tingkat persetujuan publik terhadap Trump berada di angka 35 persen. Selain itu, mayoritas responden menolak pengerahan pasukan darat.

Kondisi ekonomi turut menambah tekanan politik bagi Trump menjelang agenda pemilu berikutnya. Harga energi global masih bergerak tidak stabil.