JAKARTA, Cobisnis.com – Donald Trump mengusulkan rencana tabungan pensiun baru bagi pekerja sektor swasta yang tidak memiliki akses ke program pensiun dari pemberi kerja. Dalam pidato State of the Union pada Selasa, Trump menyatakan bahwa setengah dari pekerja Amerika belum memiliki akses ke program pensiun dengan kontribusi pendamping dari perusahaan.
“Untuk mengatasi kesenjangan besar ini, saya mengumumkan bahwa tahun depan pemerintahan saya akan memberi para pekerja Amerika yang sering terlupakan ini akses ke jenis rencana pensiun yang sama seperti yang ditawarkan kepada setiap pegawai federal. Kami akan mencocokkan kontribusi Anda hingga US$1.000 setiap tahun,” ujar Trump. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan rincian tambahan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Upaya Menutup Kesenjangan Pensiun
Rencana ini bertujuan menutup “retirement coverage gap” atau kesenjangan akses pensiun yang selama ini membuat jutaan pekerja berpenghasilan rendah dan menengah tidak memiliki dana pensiun berbasis perusahaan maupun fasilitas menabung yang disubsidi. Selama bertahun-tahun, para pembuat kebijakan dan pakar pensiun telah mencoba mengatasi masalah ini. Beberapa negara bagian telah menerapkan program auto-IRA, namun cakupannya masih terbatas karena berbagai hambatan politik. Menurut Gedung Putih, proposal Trump sebagian besar dapat dijalankan melalui kewenangan administratif yang sudah ada, tanpa harus melalui persetujuan Kongres. Meski demikian, legislasi tambahan disebut dapat memperkuat rencana tersebut.
Skema “Saver’s Match” Sudah Ada
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa kontribusi pendamping hingga US$1.000 yang disebut Trump sebenarnya adalah program Saver’s Match yang telah disahkan pada 2022 dan mulai berlaku tahun depan. Pekerja berpenghasilan di bawah US$35.500 per tahun (atau US$71.000 untuk pasangan menikah) berhak mendapatkannya jika menabung hingga US$2.000 per tahun (US$4.000 untuk pasangan) dalam program pensiun yang memenuhi syarat seperti 401(k), IRA, atau auto-IRA. Pemerintah federal akan mencocokkan hingga US$1.000 (atau US$2.000 untuk pasangan).
Seperti Program Pegawai Federal
Trump mengatakan pekerja sektor swasta akan mendapat akses ke jenis program yang sama seperti pegawai federal, yakni Thrift Savings Plan (TSP) program bergaya 401(k) dengan pilihan investasi terdiversifikasi dan biaya rendah. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio saat masih menjadi senator pernah mengusulkan agar pekerja non-federal mendapat akses ke TSP, namun gagasan tersebut tidak terealisasi. Selain itu, Direktur National Economic Council Kevin Hassett pernah mendukung RUU Retirement Savings for Americans Act, yang akan mendaftarkan pekerja tanpa program pensiun perusahaan secara otomatis ke skema mirip TSP.
Namun, menurut Mark Iwry, mantan penasihat senior Menteri Keuangan AS pada era Presiden Barack Obama, penerapan skema baru kemungkinan memerlukan undang-undang tambahan jika ingin benar-benar berbeda dari program yang sudah ada. Sebagai alternatif, Gedung Putih disebut mempertimbangkan pembuatan “Trump Account” untuk orang dewasa. Saat ini, Trump Account telah diperkenalkan sebagai instrumen tabungan bagi anak-anak warga negara AS yang memiliki nomor Jaminan Sosial, dan dijadwalkan diluncurkan pada Juli mendatang. Detail akhir mengenai bentuk final rencana ini masih menunggu pengumuman resmi dari Gedung Putih.