JAKARTA, Cobisnis.com - Choki Sitohang membagikan cara memahami karakter orang melalui komunikasi dan empati. Menurutnya, kemampuan membaca lawan bicara bukan sekadar soal banyak berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan.
Hal itu disampaikan Choki saat berbincang bersama Raditya Dika dalam podcast bertema Tutorial Ngulik Orang. Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang baik membutuhkan perhatian terhadap lawan bicara.
“Mereka lupa esensinya bahwa gua mengolah klien itu adalah dengan empati. Dengan perasaan dan telinga yang mendengar terbuka. Bukan gua mendominasi,” kata Choki, dikutip dari kanal Youtube Raditya Dika, Selasa (15/9/2026).
Choki menilai banyak orang keliru memahami istilah mengolah orang. Menurutnya, kemampuan tersebut bukan berarti mengambil alih percakapan atau terus berbicara tanpa memberi kesempatan kepada orang lain.
Ia justru menyebut mengolah orang sebagai kemampuan memberikan ruang dalam sebuah diskusi. Dengan cara itu, lawan bicara memiliki kesempatan untuk merasa nyaman dan menyampaikan pikirannya.
Dalam membangun komunikasi, Choki juga mengaku melakukan riset sebelum bertemu seseorang. Ia menyiapkan bahan pembicaraan agar percakapan tidak berhenti pada pertanyaan standar seperti menanyakan kabar.
Menurut Choki, pendekatan kepada setiap orang juga tidak bisa dilakukan dengan formula yang sama. Ia perlu melihat siapa lawan bicaranya dan menyesuaikan cara berkomunikasi tanpa menghilangkan kesopanan.
Choki juga menekankan pentingnya mendengarkan tanpa memotong pembicaraan. Memberikan perhatian melalui kontak mata, anggukan, dan respons yang sesuai menjadi bagian dari cara membuat orang lain merasa dihargai.
Ia mengatakan dirinya belajar membangun kemampuan tersebut melalui pengalaman panjang dalam public speaking. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi bukan sesuatu yang langsung terbentuk, tetapi berkembang melalui latihan dan proses.
Dalam percakapan tersebut, Choki juga menyoroti pentingnya membuka diri. Menurutnya, ketika seseorang belajar lebih terbuka kepada orang lain, ada bagian dalam dirinya yang ikut berkembang, termasuk keberanian mengambil keputusan secara lebih cermat dan strategis.
Bagi Choki, komunikasi pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang menyampaikan pesan. Cara memperlakukan lawan bicara, mendengarkan, dan memberikan ruang menjadi bagian penting agar hubungan dapat terbangun secara lebih nyaman.