Uji Coba Mesin Roket Terbaru Korut Disaksikan Kim Jong Un, Sinyal Penguatan Militer Makin Nyata

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 30 Mar 2026, 05:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Korea Utara kembali menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan militer dengan menguji mesin roket terbaru berdaya dorong tinggi yang dipantau langsung oleh Kim Jong Un.

Uji coba ini disebut sebagai bagian dari strategi besar Pyongyang dalam memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya dalam pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) berbasis bahan bakar padat.

Media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa mesin roket terbaru tersebut mampu menghasilkan daya dorong hingga 2.500 kilonewton, meningkat signifikan dibandingkan uji coba sebelumnya yang berada di angka 1.971 kilonewton.

Peningkatan daya dorong ini menjadi indikator penting karena berpengaruh langsung pada kemampuan membawa muatan lebih berat, termasuk potensi pengembangan rudal multi-hulu ledak.

Mesin berbahan bakar padat dinilai lebih unggul karena memungkinkan peluncuran lebih cepat dengan waktu persiapan yang jauh lebih singkat dibandingkan bahan bakar cair.

Analis pertahanan menyebut langkah ini memperkuat indikasi bahwa Korea Utara tengah mengejar kemampuan serangan global yang lebih fleksibel dan sulit dideteksi sistem pertahanan lawan.

Dengan dorongan yang lebih besar, rudal tidak hanya mampu menjangkau jarak lebih jauh, tetapi juga berpotensi menembus sistem pertahanan rudal melalui teknologi pemisahan hulu ledak.

Kim Jong Un sendiri menyebut pengembangan ini sebagai bagian dari “fase perubahan signifikan” dalam membangun kekuatan strategis negaranya.

Para analis juga menilai Korea Utara telah melampaui tahap dasar penguasaan teknologi mesin roket, dan kini fokus pada peningkatan efisiensi serta kapasitas muatan.

Selain uji coba mesin roket, Kim juga dilaporkan mengunjungi fasilitas pelatihan militer khusus, menandakan fokus paralel antara penguatan teknologi dan kesiapan pasukan.

Langkah ini memperlihatkan bahwa program militer Korea Utara terus bergerak maju, meski berada di tengah tekanan dan sanksi internasional yang ketat.

Ke depan, perhatian dunia akan tertuju pada apakah Korea Utara akan melanjutkan uji coba peluncuran penuh untuk membuktikan kemampuan operasional dari teknologi tersebut.