Unik, 4 Negara Ini Tidak Memiliki Lirik Lagu Kebangsaan

Oleh Hidayat Taufik pada 24 Oct 2026, 11:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Lagu kebangsaan menjadi simbol nasional yang merepresentasikan sejarah, identitas, dan persatuan suatu negara. Meski umumnya dilengkapi lirik, beberapa negara justru mempertahankan lagu kebangsaan dalam bentuk musik instrumental.

Spanyol, San Marino, Bosnia dan Herzegovina, serta Kosovo termasuk negara yang tidak memiliki lirik resmi untuk lagu kebangsaannya. Keputusan tersebut memiliki latar belakang beragam, mulai dari sejarah hingga upaya merangkul masyarakat dengan identitas bahasa dan budaya yang berbeda.

Berbagai usulan untuk menambahkan lirik pernah diajukan di sejumlah negara tersebut. Namun, hingga 2026, lagu kebangsaan mereka tetap dimainkan tanpa teks resmi.

1. Spanyol Mempertahankan Marcha Real Tanpa Lirik

Marcha Real atau Mars Kerajaan merupakan salah satu lagu kebangsaan tertua yang masih digunakan hingga saat ini. Musiknya tercatat dalam buku panduan militer Spanyol pada 1761, kemudian ditetapkan sebagai Mars Kehormatan Spanyol oleh Raja Charles III pada 3 Oktober 1770.

Tidak adanya lirik resmi berkaitan dengan sulitnya menyepakati teks yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat Spanyol. Negara ini memiliki beragam identitas budaya dan bahasa, termasuk Kastilia, Katalan, Basque, dan Galisia.

Sejumlah tokoh pernah mencoba menyusun lirik untuk lagu tersebut. Eduardo Marquina membuat salah satu versinya pada masa pemerintahan Raja Alfonso XIII, sedangkan José María Pemán menulis versi lain pada 1928 yang kemudian dikaitkan dengan rezim Francisco Franco.

Upaya kembali dilakukan pada 2007-2008 oleh Komite Olimpiade Spanyol. Dari sekitar 7.000 usulan yang masuk, juri memilih lirik karya Paulino Cubero.

Namun, pilihan tersebut memicu penolakan dari sejumlah kelompok nasionalis Katalan dan Basque. Pada Januari 2008, rencana penambahan lirik akhirnya dibatalkan karena tidak tercapai kesepakatan.

Hingga kini, Marcha Real tetap diperdengarkan tanpa lirik resmi.

2. San Marino Menetapkan Nama Terra di Libertà pada 2025

San Marino mulai menggunakan lagu kebangsaannya pada 1894. Komposisi musiknya diciptakan oleh Federico Consolo, seorang komponis sekaligus pemain biola asal Italia, berdasarkan koral dari abad ke-10.

Selama lebih dari satu abad, lagu tersebut tidak mempunyai judul resmi dan hanya dikenal sebagai lagu kebangsaan Republik San Marino.

Pada 26 September 2025, pemerintah menetapkan nama Terra di Libertà yang berarti Tanah Kebebasan. Nama tersebut diambil dari bagian pembuka lirik tidak resmi karya Giosuè Carducci, penyair Italia penerima Nobel Sastra pada 1906.

Lirik karya Carducci telah diajarkan di sejumlah sekolah dan terkadang dinyanyikan dalam kegiatan informal. Meski demikian, teks tersebut tidak pernah diresmikan sebagai bagian dari lagu kebangsaan.

Penetapan nama baru itu tidak mengubah status lagunya. Dalam upacara kenegaraan, pertandingan sepak bola, dan acara resmi lainnya, Terra di Libertà tetap dimainkan sebagai musik instrumental.

3. Bosnia dan Herzegovina Menggunakan Musik untuk Merangkul Keberagaman

Lagu kebangsaan Bosnia dan Herzegovina digubah oleh Dušan Šestić pada 1998 dan mulai digunakan secara resmi pada 2001. Komposisi tersebut dikenal dengan nama Intermeco, meskipun nama resminya hanya disebut sebagai lagu kebangsaan Bosnia dan Herzegovina.

Lagu ini menggantikan Jedna si jedina yang sebelumnya mendapat keberatan dari sebagian komunitas Serbia dan Kroasia karena dianggap terlalu mencerminkan identitas kelompok Bosniak.

Penggunaan musik tanpa lirik dimaksudkan untuk menghindari persoalan identitas di negara yang memiliki tiga kelompok etnis utama, yakni Bosniak, Serbia, dan Kroasia.

Pada Februari 2009, sebuah komisi parlemen menerima rancangan lirik yang disusun oleh Šestić bersama Benjamin Isović. Teks tersebut membawa pesan tentang kebersamaan dan harapan menuju masa depan.

Namun, rancangan itu tidak disahkan oleh parlemen. Salah satu persoalan yang muncul adalah tidak disebutkannya dua entitas konstitusional negara, yaitu Federasi Bosnia dan Herzegovina serta Republika Srpska, maupun ketiga kelompok etnis utama.

Upaya lanjutan pada 2016-2018 juga tidak menghasilkan keputusan resmi. Hingga 2026, lagu kebangsaan Bosnia dan Herzegovina masih digunakan tanpa lirik.

4. Kosovo Memilih Europa sebagai Simbol Bersama

Kosovo menetapkan Europa sebagai lagu kebangsaannya pada 11 Juni 2008, beberapa bulan setelah mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 17 Februari 2008.

Komposisi tersebut dibuat oleh Mendi Mengjiqi dan dipilih melalui kompetisi terbuka. Keputusan untuk tidak menyertakan lirik diambil agar lagu tersebut dapat mewakili masyarakat dengan latar belakang bahasa dan etnis yang beragam.

Mayoritas penduduk Kosovo menggunakan bahasa Albania. Namun, terdapat pula komunitas yang menggunakan bahasa Serbia, Bosnia, Turki, Romani, dan bahasa lainnya.

Penggunaan satu bahasa tertentu dalam lirik berpotensi menimbulkan kesan bahwa kelompok tertentu lebih diutamakan. Musik instrumental kemudian dipilih sebagai simbol nasional yang dapat digunakan bersama tanpa mengedepankan satu bahasa.

Sebelum memiliki lagu kebangsaan sendiri, Himni i Flamurit, lagu kebangsaan Albania, banyak digunakan dalam kegiatan informal di Kosovo. Lagu tersebut masih dinyanyikan oleh sebagian masyarakat dalam acara olahraga dan kegiatan sipil.

Sementara itu, Europa digunakan dalam kegiatan resmi dan kompetisi internasional, termasuk ajang olahraga yang diselenggarakan oleh FIFA.

Pemilihan lagu tanpa lirik menjadi bagian dari upaya Kosovo membangun simbol nasional yang dapat mewakili masyarakat lintas bahasa dan kelompok etnis.