Utang AS Tembus Rp712 Ribu Triliun, Kok Bisa Sebesar Ini?

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 Aug 2026, 13:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Utang pemerintah Amerika Serikat membengkak US$1 triliun atau sekitar Rp17.800 triliun hanya dalam waktu lima bulan. Total utang AS kini menembus US$40 triliun atau sekitar Rp712 ribu triliun.

Lonjakan tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah utang pemerintah AS. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya pengeluaran pemerintah dan tekanan bunga pinjaman.

Salah satu faktor yang mendorong beban fiskal AS adalah perubahan demografi. CEO Peter G Peterson Foundation Michael Peterson mengatakan, kondisi tersebut bisa semakin membahayakan perekonomian AS.

"Jika terus seperti ini, utang kita akan mencapai US$50 triliun hanya dalam enam tahun," ujar Michael Peterson, dikutip dari beberapa sumber, Jumat (21/08/2026).

Selain faktor demografi, kebijakan fiskal AS selama beberapa dekade juga ikut memperbesar beban utang. Pemerintah memberikan berbagai pemangkasan pajak, tetapi tetap mempertahankan belanja yang tinggi.

Kementerian Keuangan AS mencatat defisit anggaran pemerintah mencapai US$1,8 triliun atau sekitar Rp32.050 triliun dalam 10 bulan pertama tahun fiskal berjalan.

Beban tersebut semakin berat karena suku bunga yang masih tinggi. Biaya bunga utang pemerintah AS bahkan diproyeksikan menembus US$1 triliun atau sekitar Rp17.800 triliun dalam setahun.

Tekanan utang juga mulai terlihat di pasar obligasi AS. Imbal hasil surat utang pemerintah, termasuk US Treasury tenor 30 tahun, meningkat hingga mencapai level tertinggi sejak 2007.

Kenaikan imbal hasil tersebut turut berdampak pada biaya pinjaman masyarakat. Suku bunga kredit perumahan, cicilan kendaraan, hingga pinjaman modal usaha ikut terdampak.

Presiden CRFB Maya MacGuineas mengatakan besarnya utang pemerintah pada akhirnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. "Utang tersebut dirasakan di seluruh perekonomian dan pada akhirnya akan berdampak pada dompet masyarakat dengan satu atau lain cara," ungkap MacGuineas.