JAKARTA, Cobisnis.com – Moderna dan Merck mencatat hasil positif dalam pengembangan vaksin kanker yang dipersonalisasi. Vaksin tersebut dirancang untuk membantu mencegah melanoma kembali dan menyebar setelah pasien menjalani operasi.
Kedua perusahaan menyampaikan hasil tersebut pada Rabu. Uji klinis melibatkan lebih dari 1.000 pasien melanoma. Para pasien memiliki tumor lokal yang sudah diangkat melalui operasi. Namun, mereka tetap memiliki risiko tinggi mengalami kekambuhan.
Vaksin kanker yang dipersonalisasi bekerja berbeda dari kemoterapi dan imunoterapi. Vaksin ini melatih sistem kekebalan untuk mengenali mutasi khusus pada tumor pasien.
Sementara itu, kemoterapi dapat membunuh sel sehat dan sel kanker. Imunoterapi bekerja dengan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.
Moderna memperkirakan ribuan pasien melanoma dapat memperoleh manfaat dalam beberapa tahun pertama setelah vaksin mendapat persetujuan.
Selain itu, hasil tersebut membuka peluang pengembangan vaksin serupa untuk jenis kanker lainnya. Dr. Ryan Sullivan dari Mass General Brigham Cancer Institute menyebut hasil penelitian tersebut penting bagi bidang pengobatan kanker.
Menurutnya, keberhasilan uji tersebut dapat mendorong investasi lebih besar. Karena itu, pendekatan vaksin kanker berpotensi mengubah cara dokter menangani berbagai jenis kanker.