JAKARTA, Cobisnis.com – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencetak sejarah setelah berhasil naik podium di ajang Moto3 Brasil 2026. Pencapaian ini langsung disambut gelombang apresiasi, termasuk bonus uang hingga hadiah mobil.
Veda Ega finis di posisi ketiga pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Brasil. Hasil ini menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang naik podium di Kejuaraan Dunia Balap Motor.
Memulai balapan dari posisi ketiga, Veda sempat mengalami penurunan performa di awal lomba. Ia bahkan sempat tercecer hingga posisi kesepuluh sebelum akhirnya bangkit di lap-lap krusial.
Momentum bendera merah menjadi titik balik bagi Veda. Ia mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk kembali bersaing di barisan depan hingga akhirnya mengamankan podium ketiga.
Di posisi pertama dan kedua, terdapat pembalap dari tim CFMOTO Gaviota Aspar Team, yakni Maximo Quiles dan Marco Morelli. Veda berhasil bersaing ketat dengan para pembalap internasional lainnya.
Prestasi ini langsung mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia. Dukungan dan apresiasi datang dari berbagai kalangan, termasuk para pengusaha nasional.
Salah satunya datang dari Gilang Widya Pramana atau Juragan 99. Ia memberikan bonus sebesar Rp25 juta sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian Veda.
Apresiasi tidak berhenti di situ. Pengusaha otomotif H. Putra Rizky Bustaman juga menjanjikan hadiah mobil untuk Veda sebagai bentuk kebanggaan atas prestasi tersebut.
Pemberian bonus ini menunjukkan tingginya antusiasme dan dukungan terhadap atlet muda Indonesia. Hal ini juga mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap dunia motorsport di Tanah Air.
Veda sendiri mengaku bangga dengan pencapaian ini. Ia menyebut podium Moto3 Brasil sebagai pencapaian terbesar dalam kariernya sejauh ini.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, sponsor, dan keluarga yang telah memberikan dukungan penuh selama perjalanan kariernya.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pembalap Indonesia di kancah internasional. Dukungan berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga konsistensi prestasi di level dunia.