Zuckerberg Sebut Blokir AI China Tak Akan Buat AS Unggul di Persaingan Teknologi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 30 Jul 2026, 11:22 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - CEO Meta Mark Zuckerberg menilai pemerintah Amerika Serikat tidak perlu memblokir model kecerdasan buatan atau AI asal China untuk memenangkan persaingan teknologi. Menurutnya, langkah tersebut bukan solusi yang efektif dalam memperkuat industri AI Amerika.

Zuckerberg mengatakan perusahaan teknologi Amerika seharusnya lebih fokus meningkatkan daya saing. Ia menilai hambatan internal yang mengurangi kemampuan inovasi perlu diidentifikasi dan diperbaiki.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama Financial Times yang diterbitkan pada 28 Juli 2026. Pandangannya muncul di tengah meningkatnya persaingan AI antara Amerika Serikat dan China.

Ia menegaskan keberhasilan industri AI tidak ditentukan oleh pemblokiran terhadap pesaing. Sebaliknya, perusahaan Amerika harus mampu menghadirkan inovasi yang lebih baik agar tetap kompetitif di pasar global.

Salah satu model AI China yang menjadi sorotan adalah Kimi K3 buatan Moonshot AI yang berbasis di Beijing. Model tersebut menarik perhatian karena dinilai memiliki kemampuan pemrograman yang semakin maju.

Kemunculan Kimi K3 memicu perdebatan di Amerika Serikat. Sebagian pihak mempertanyakan apakah perusahaan China menyalin teknologi Amerika atau berhasil mengejar ketertinggalan melalui pengembangan riset sendiri.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat terus meningkatkan pembatasan terhadap perusahaan teknologi China. Pemerintahan Presiden Donald Trump baru saja mengumumkan larangan impor robot dan inverter daya asal China.

Pemerintah menyebut kebijakan tersebut bertujuan melindungi infrastruktur AI nasional dari potensi ancaman keamanan. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya mendorong industri strategis kembali diproduksi di dalam negeri.

Selain itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent memperingatkan perusahaan China dapat dikenai sanksi finansial atau dimasukkan ke dalam daftar entitas Departemen Perdagangan. Daftar tersebut membatasi akses perusahaan terhadap teknologi asal Amerika.

Meski demikian, Zuckerberg tetap berpendapat bahwa pemblokiran model AI China tidak akan memberikan keunggulan jangka panjang bagi Amerika Serikat. Ia menilai peningkatan inovasi dan daya saing merupakan strategi yang lebih efektif menghadapi kompetisi global.