Zulhas Buka Strategi Pemerintah Tekan Harga Beras hingga Tepung

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 09 Sep 2026, 09:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan selama periode paceklik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok akibat kondisi kemarau.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kondisi tahun ini berbeda dengan 2025. Pada periode September hingga Desember tahun lalu, kemarau basah masih memungkinkan petani menanam padi karena curah hujan tetap tersedia.

Berdasarkan data BPS dan Bappenas, harga beras medium pada Januari hingga September 2026 naik dari Rp13.857 menjadi Rp14.060 per kilogram. Sementara beras premium meningkat dari Rp15.505 menjadi Rp15.794 per kilogram.

Pemerintah merespons kenaikan tersebut dengan menambah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP medium sebanyak 1 juta ton hingga Desember 2026. Beras tersebut akan dijual sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram, terutama untuk memperkuat pasokan di pasar tradisional.

"Kalau harga naik Rp100 sampai Rp200, kita respons dengan menambah supply. Kita banjiri pasar dengan beras SPHP sehingga harga bisa kita turunkan kembali," kata Zulhas, Rabu, 9 September 2026.

Pemerintah juga meminta Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat desil 1 hingga desil 4. Total penerimanya sekitar 33,2 juta orang yang akan menerima bantuan beras 10 kilogram per bulan selama tiga bulan, yaitu Juli hingga September.

Penyaluran bantuan tersebut akan dirapel sehingga masyarakat menerima 30 kilogram sekaligus. Zulhas meminta Bulog menyelesaikan distribusi tersebut pada September agar beras segera diterima masyarakat.

Selain itu, pemerintah memutuskan menambah penyaluran bantuan pangan sebanyak 1 juta ton untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah sekaligus mempertahankan keterjangkauan pangan.

Untuk mengantisipasi penurunan produksi jagung akibat kemarau, pemerintah juga menyiapkan pasokan bagi peternak kecil berskala UMKM. Bulog saat ini memiliki sekitar 130 ribu ton stok Cadangan Jagung Pemerintah dari realisasi pengadaan sekitar 234 ribu ton, dengan target pengadaan mencapai 1 juta ton.

Pemerintah menyiapkan sekitar 150 ribu ton jagung melalui program SPHP Jagung yang ditujukan bagi peternak UMKM. Langkah tersebut dilakukan agar peternak kecil tidak terlalu terdampak jika harga jagung meningkat akibat penurunan produksi.

Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menekan kenaikan harga tepung beras. Beras yang telah berusia lebih dari 12 bulan dan mengalami penurunan mutu, tetapi masih dapat dimanfaatkan, akan digunakan sebagai bahan baku industri tepung beras.

Kementerian Perindustrian memperkirakan kebutuhan bahan baku industri tepung beras mencapai 380.000 ton. Pemerintah membuka opsi pelelangan beras tersebut dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram untuk kemudian diolah menjadi tepung beras.

Zulhas mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan bahan baku industri sekaligus menekan kenaikan harga tepung beras. Pemerintah menilai penguatan pasokan menjadi kunci menjaga harga pangan tetap terjangkau selama periode kemarau.