30,97 Juta Warga Jabar Diperkirakan Mudik Lebaran Tahun Ini

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 26 Feb 2026, 13:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Perhubungan memprediksi Provinsi Jawa Barat akan menjadi penyumbang pemudik terbesar pada angkutan Lebaran 2026 seiring tingginya mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut jumlah pergerakan pemudik dari Jawa Barat diperkirakan mencapai 30,97 juta orang. Angka ini menempatkan Jabar sebagai wilayah asal pemudik tertinggi secara nasional.

Setelah Jawa Barat, pergerakan pemudik terbesar berikutnya berasal dari DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta orang, disusul Jawa Timur sebesar 17,12 juta orang.

Dari sisi tujuan perjalanan, arus mudik terbesar diprediksi menuju Jawa Tengah dengan 38,71 juta orang, kemudian Jawa Timur sebanyak 27,29 juta, dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

Data tersebut berasal dari survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub. Survei ini menjadi dasar perencanaan kebijakan transportasi selama periode angkutan Lebaran.

Secara nasional, total pergerakan masyarakat selama musim mudik 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang, atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Angka ini menunjukkan mobilitas Lebaran tetap menjadi fenomena sosial terbesar setiap tahun.

Pada level kabupaten dan kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Sementara tujuan perjalanan banyak terkonsentrasi di wilayah kabupaten di Jawa Tengah.

Kawasan Jabodetabek mencatat Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang sebagai daerah asal pemudik terbesar. Adapun provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek tetap Jawa Tengah karena faktor kampung halaman dan jaringan keluarga.

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama dengan 76,24 juta pengguna. Sepeda motor diperkirakan digunakan oleh 24,08 juta orang, sedangkan bus melayani sekitar 23,34 juta penumpang.

Mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol dengan jumlah mencapai 50,63 juta orang. Sementara pengguna sepeda motor cenderung menggunakan jalur alternatif non-utama, tercatat sekitar 8,65 juta orang.

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum guna meningkatkan keselamatan perjalanan, mengurangi kemacetan, dan menekan risiko kecelakaan selama periode arus mudik.

Sejumlah simpul transportasi diprediksi menjadi titik terpadat. Stasiun Stasiun Pasar Senen diperkirakan menjadi stasiun asal terpadat dengan 2,38 juta penumpang, sedangkan Stasiun Yogyakarta Tugu menjadi tujuan terpadat.

Bandara Bandara Soekarno Hatta diprediksi menjadi bandara asal dan tujuan terpadat. Terminal Terminal Pulo Gebang dan Terminal Tirtonadi juga diproyeksikan mengalami lonjakan penumpang.

Untuk jalur penyeberangan, lintasan Pelabuhan MerakPelabuhan Bakauheni diperkirakan menjadi yang terpadat dengan 6,06 juta penumpang selama periode mudik.

Lonjakan pergerakan ini menunjukkan bahwa mudik bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga fenomena ekonomi yang menggerakkan sektor transportasi, logistik, dan konsumsi domestik secara masif.