Arus Mudik 2026 Diperkirakan Padat, Kenali Waktu dan Rute Rawan Macet

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 26 Feb 2026, 13:16 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Tradisi mudik Lebaran kembali menjadi fenomena mobilitas terbesar di Indonesia, seiring jutaan masyarakat bersiap pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Selain sebagai tradisi silaturahmi, mudik telah menjadi pergerakan sosial dan ekonomi berskala nasional yang memengaruhi transportasi, konsumsi rumah tangga, hingga aktivitas perdagangan daerah.

Pergerakan masyarakat diperkirakan mulai meningkat pada pekan terakhir Ramadan. Lonjakan signifikan biasanya terjadi beberapa hari sebelum Idulfitri saat pekerja mulai memasuki masa cuti bersama.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran, ketika pemudik dari kota-kota besar bergerak secara bersamaan menuju daerah tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra.

Jalur utama seperti Tol Trans Jawa diperkirakan menjadi titik kepadatan tertinggi, terutama pada ruas Jakarta–Cikampek, Cipali, hingga jalur menuju Semarang dan Surabaya.

Selain jalan tol, jalur arteri nasional dan jalan alternatif di wilayah pantura Jawa juga berpotensi mengalami kepadatan akibat pertemuan kendaraan lokal dan arus mudik jarak jauh.

Kepadatan juga diprediksi terjadi di jalur selatan Jawa, khususnya di wilayah Nagreg, Tasikmalaya, Kebumen, hingga perbatasan Yogyakarta yang kerap menjadi simpul pertemuan kendaraan.

Tidak hanya jalur darat, simpul transportasi publik seperti stasiun kereta, terminal bus, pelabuhan penyeberangan, dan bandara juga diperkirakan mengalami lonjakan penumpang.

Pergerakan menuju destinasi wisata diprediksi meningkat setelah hari pertama Lebaran. Kawasan wisata di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta biasanya mengalami kepadatan kendaraan wisatawan.

Lonjakan mobilitas ini tidak hanya berdampak pada lalu lintas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, kuliner, dan perdagangan musiman.

Di sisi lain, meningkatnya volume kendaraan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan kelelahan pengemudi, terutama pada perjalanan jarak jauh yang memakan waktu berjam-jam.

Pemerintah mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, memanfaatkan transportasi umum, serta memantau informasi lalu lintas untuk menghindari kepadatan ekstrem.

Dengan perencanaan matang dan pengelolaan arus lalu lintas yang baik, perjalanan mudik diharapkan tetap aman, lancar, dan menjadi momen kebersamaan yang dinanti setiap keluarga.