JAKARTA, Cobisnis.com – Keracunan MBG di Jakarta Timur menyebabkan puluhan siswa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Oleh karena itu, keracunan MBG di Jakarta Timur menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sebanyak 72 siswa dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut dan sempat dirawat di beberapa rumah sakit. Selain itu, mereka mendapatkan penanganan di RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa sebagian besar siswa kini telah dipulangkan. Namun, ia mengaku belum menerima laporan terbaru terkait kondisi mereka pada hari ini.
Menurutnya, perkembangan kondisi para siswa menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup baik. Oleh karena itu, ia berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera kembali sehat sepenuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat meninjau langsung ke rumah sakit, kondisi siswa sudah mulai membaik. Selain itu, komunikasi dengan para siswa menunjukkan bahwa mereka sudah dalam kondisi lebih stabil.
Terkait penyebab kejadian, Pramono menyebut investigasi menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional. Namun, dugaan sementara dari siswa mengarah pada salah satu menu makanan yang dikonsumsi.
Menu yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah spageti yang disajikan dalam program tersebut. Oleh karena itu, penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber masalah secara pasti.
Di sisi lain, pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi terhadap program MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut ke depan.