JAKARTA, Cobisnis.com - Lima penjual buku ditangkap polisi keamanan nasional Hong Kong karena diduga menjual publikasi bermuatan hasutan. Penangkapan dilakukan pada Rabu malam, 15 Juli 2026, setelah aparat menerima laporan mengenai kiriman buku dari luar negeri.
Pengungkapan kasus berawal dari laporan Departemen Bea Cukai Hong Kong. Polisi kemudian menggeledah dua toko buku di kawasan Mong Kok, Kowloon, dan mengamankan dua pria serta tiga perempuan berusia 30 hingga 59 tahun.
Dalam penyelidikan awal, polisi menyita sejumlah buku yang diduga berisi materi yang menghasut kebencian terhadap Pemerintah Hong Kong, lembaga peradilan, dan aparat penegak hukum. Seluruh barang bukti kini diperiksa untuk mendalami dugaan pelanggaran.
Dua toko yang menjadi lokasi penggeledahan adalah Have a Nice Stay dan Greenfield Bookstore. Menurut South China Morning Post, Have a Nice Stay telah mengumumkan akan menghentikan operasional pada 30 Agustus 2026 karena tekanan bisnis dan ketidakjelasan aturan.
Kasus ini kembali mengangkat sorotan terhadap toko buku independen di Hong Kong. Sejak Undang Undang Keamanan Nasional diberlakukan Beijing pada 2020, jumlah toko buku independen terus berkurang.
Penangkapan tersebut juga menambah daftar perkara serupa sepanjang 2026. Pada Juni lalu, dua pemilik toko buku lebih dulu ditangkap atas dugaan menjual publikasi yang dianggap mengandung unsur hasutan.
Kasus ini kembali memicu perhatian internasional terhadap kebebasan berekspresi di Hong Kong. Presiden Taiwan Lai Ching te menilai toko buku independen memiliki peran penting sebagai ruang kebebasan berpikir dan menyampaikan gagasan.