JAKARTA, Cobisnis.com - PT AIA FINANCIAL (AIA) kembali menghadirkan AIA Healthiest Schools (AHS) di Indonesia untuk periode 2026–2027. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya di Indonesia, AHS mengajak sekolah mengidentifikasi tantangan kesehatan yang dekat dengan kehidupan siswa, mengembangkan solusi bersama, dan mengubahnya menjadi aksi nyata yang relevan dan berkelanjutan bagi komunitas sekolah.
Program AHS2026–2027 diawali dengan sesi kick-off secara daring yang diikuti olehguru, perwakilan sekolah, dan calon peserta. Sesi ini membuka rangkaian programdengan mendorong sekolah untuk memulai dari persoalan yang mereka hadapisehari-hari dan membangun solusi yang dapat diterapkan bersama siswa sertaekosistem sekolah.
“Selama empattahun pelaksanaannya di Indonesia, AIA Healthiest Schools terus mendorongsekolah untuk melihat bahwa perubahan dapat dimulai dari tantangan yang palingdekat dengan keseharian siswa. Tahun ini, kami ingin semakin banyak sekolahmenggunakan program ini sebagai ruang untuk membangun solusi bersama yang tidakberhenti pada kompetisi, tetapi dapat menjadi kebiasaan dan praktik yang terushidup di komunitas sekolah,” ujar Lia Merdekawaty, Head of CorporateCommunication AIA Indonesia.
AIA HealthiestSchools menyediakan materi pembelajaran dan sumber daya secara gratis yangdapat digunakan secara fleksibel oleh guru melalui empat pilar utama: MakanSehat (Healthy Eating), Gaya Hidup Aktif (Active Lifestyle),Kesehatan Mental (Mental Health), serta Sehat dan Lestari (Healthy& Sustainable Living). Materi tersebut dapat digunakan sebagai titikawal untuk membantu sekolah mengenali isu yang relevan, mengembangkanpendekatan yang sesuai dengan kebutuhan lokal, serta melibatkan siswa secaraaktif dalam membangun kebiasaan sehat.
Upaya tersebutmendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RepublikIndonesia. Dalam acara kick-off AHS 2026–2027, hadir Maulani MegaHapsari, Direktur Sekolah Menengah Pertama, serta Dr. Khamim, M.Pd.,Widyaprada Ahli Utama Direktorat Sekolah Dasar.
Dalam dua tahunterakhir, sekolah-sekolah Indonesia terus mencatatkan prestasi di tingkatregional AIA Healthiest Schools, termasuk pencapaian pada kategori MentalHealth dan gelar Regional Winner. Capaian tersebut menunjukkan bahwa solusikesehatan yang dikembangkan dari kebutuhan nyata di lingkungan sekolah dapatmenghasilkan dampak lokal sekaligus memperoleh pengakuan di tingkat AsiaPasifik.
Membangun Dampakyang Bertahan Melampaui Kompetisi
Semangat tersebutjuga menjadi fokus sesi talkshow “Dari Masalah Sehari-hari MenjadiPerubahan Nyata” bersama Lia Merdekawaty, Head of CorporateCommunication AIA Indonesia; Indiera Karina Nathania, KoordinatorProgram Guru Merdeka Belajar di Bantu Guru Belajar Lagi (BGBL); Lusika NurMegawati, SDN Cipedak 01 Jakarta; serta Antonius Kapitan, SMP ILKapten Fatubaa, NTT. Diskusi membahas bagaimana sekolah dapat memulai daritantangan yang relevan, melibatkan siswa dan komunitas, serta mengembangkan idemenjadi aksi yang berdampak dan berkelanjutan.
Bagi AIA, nilaiAHS tidak berhenti pada kompetisi, tetapi pada perubahan yang dapat terusdirasakan setelah program selesai, mulai dari kebiasaan sehat hingga praktikyang menjadi bagian dari keseharian sekolah. Salah satu contohnya adalah SMP ILKapten Fatubaa, NTT, yang mengolah limbah kulit pisang menjadi es krim, kompos,dan pupuk cair sekaligus melibatkan komunitas sekitar. Inisiatif tersebut telahmemberikan manfaat bagi lebih dari 1.000 orang dan membawa sekolah menjadi 2026AIA Healthiest Schools Regional Winner di Bangkok.
Secara historis,AHS telah menyediakan total hadiah hingga US$100.000 bagi 15 sekolah dasar dan15 sekolah menengah pertama, dengan kesempatan bagi pemenang utama untukmewakili Indonesia di tingkat regional.
Melalui AHS 2026–2027, AIA mengajak lebih banyak sekolah diIndonesia untuk memulai dari tantangan yang benar-benar mereka lihat danrasakan, lalu mengubahnya menjadi aksi yang relevan bagi komunitas sekolah.Informasi mengenai program, cara pendaftaran, dan materi pembelajaran tersediadi ahs.aia.com/id.